poetry

hujan
sahabat awan yang mendung
menumpahkan bergalon-galon air sebagai senandung
hadirnya membasahi tanah lapang tandus gersang
ataukah menyembunyikan duka yang mengalir di pipi orang malang

17-11-2014
————————————————————————————————————

mati selalu berjalan di jalurnya yang pasti
saat tiba di ujung dunia
cita-cita terhenti begitu pula mimpi
kekayaan yang diraih
kekuasaan yang dicari
nyatanya tidak benar-benar memberi arti
kecuali kau bawa berlayar keridhoan Ilahi

23-10-2014
————————————————————————————————————

malam ini mataku sulit terpejam kawan
melihat bayang ketidakpedulian
hinggapkah kesadaran di tiap hembusan nafas
tidakkah kita berpikir maut akan datang menjemput
bahwa ada pertanggungjawaban
bahwa ada perhitungan
bahwa akan ditanyakan
lantas mau jawab apa kita?

25-09-2014
————————————————————————————————————

bangun, sapa semesta dengan senyum
hari lalu biarlah berlalu
terselip salah, kepadaNya segala keluh kesah

songsong mentari sucikan hati
penuhi pikiran dengan hadirNya
dunia akan mesra kepadamu karenaNya

segera shalat jangan telat
bila shalat telah sempurna
pertemuan denganNya paripurna

6-6-2014
————————————————————————————————————

Dimana engkau taruh,
Saat ucap banyak keluh
Langkahmu malah menjauh

Dimana letakNya,
Pikiran dikelilingi hal fana
Hatimu penuh dunia

Dimana kedudukaNya di hati
Disana kedudukanmu di sisi

18-3-2014

————————————————————————————————————

Kadang mata banyak memandang kenikmatan yang tercela
Kadang mata menangis akan menumpuknya dosa

Kadang telinga dimanjakan musik yang melalaikan
Kadang telinga rindu alunan ayat suciMu yang menggetarkan

Kadang kaki melangkah ke jalan kemaksiatan
Kadang kaki berjalan ke arah keselamatan

Kadang tangan susah untuk bersedekah
Kadang tangan menengadah meminta ampun atas segala salah

Kadang hati ini gelap tertutup nafsu
Kadang hati jadi terang karena cahayaMu

Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamaMu.

7-3-2014

————————————————————————————————————

Pagi datang dengan sahaja
Ditemani rintik hujan tak kunjung mereda
Tak apa biarlah begitu saja
Ada alasan terlambat kerja..

23-1-2014

————————————————————————————————————

Matahari lelap dalam dekap anak-anak Syria
Sedangkan bulan terselimut awan di puncak menara
Disana lubang menganga di balik angkasa
Damai bersahaja mengiringi semesta..

Hanya saja sunyi malam menjadi awal petaka
Manusia tiada bernurani menunggu datangnya gelap kelam
Dengan atau tanpa intruksi mulai tertawa kejam
Menghunus Sarin tanpa belas kasihan
Segera aroma kematian datang bergantian
Mencekik nafas semerbak senjata kimia..

Indahnya jingga terlewati dengan duka cita
Tangis pilu terdengar dimana-mana
Melihat sanak saudara kaku meregang nyawa
Hilang hangatnya keluarga penuh canda tawa
Anak-anak wajah bersahaja tidak berdosa
Menjadi pelampiasan kekejian manusia..

Lihat lah para penguasa
Suara tinggal suara
Berjuta kata seolah hampa
Sekedar duka cita, kecewa, dan doa-doa
Mengecam tanpa berbuat apa-apa
Tidak ada angkat senjata untuk perlawanan
Bukan melawan tapi memberi perlindungan
Bukan membalas tapi membebaskan..

Tidak, tidak, mereka tidak butuh belasungkawa
Nyawa mereka terganti gelar syuhada
Menjadi permata penghias Syurga
Kemuliaan dan terhormat berada di sisi-Nya
Nelangsa patut ditujukan kepada kita
Diam atas pembantaian
Buta atas fakta kekejaman
Tumpul terhadap realitas..

Wahai muslimin,
Bilamana anak-anak yang dibantai menjadi saksi
Bersaksi atas nama Allah
Bahwasanya muslim belahan bumi sana, hanya diam dan berpaling
Tidak mempedulikan nasib umat dan hanya mencintai dunia?

23-8-2013

————————————————————————————————————
Adakah telinga yang terusik atas jerit pilu terdengar nanar
Adakah dada yang sesak melihat ribuan mayat terhampar
Adakah pipi yang basah tergelinang oleh deraian air mata
Adakah tangan yang geram sedangkan desingan peluru terus mengancam..
Tidakkah kau bertanya darah siapa yang tergenang
Tidakkah kau bersedih atas kepedihan yang kelewat perih
Tidakkah kau cemas melihat mereka tersandar lemas, meratap keluarga yang hilang
Tidakkah kau iba atas ibu yang direnggut darinya titipan paling berharga
Tidakkah kau berduka atas istri yang menjanda..
Memang mereka lain bangsa
Tak ada hubungan darah dan marga
Tapi mereka muslim, ikatan yang membuat kita bersaudara..

#EgyptMassacre, 16-8-2013

————————————————————————————————————

Langit jingga merekah di ufuk mentari
Sunyinya menjejakkan kaki di jalan sepi
Di jalanan kuda besi mati suri
Lenggang senyap semilir angin mengganti
Membawa serta keramaian kota menuju desa
Bahkan rumah-rumah yang berisik itu ikut tidak beraksara
Ditinggal bermigrasi bersama tapi sementara
Walau macet merayap, antri mengular, ongkos melambung diluar nalar
Menyita keringat untuk memberi kabar
Sebab hari ini hari Pulang Akbar!

Gebang Rodah Sekolahan 22, 4 Agustus 2013

————————————————————————————————————

Mendengar suaramu dibalik ganggang telepon adalah anugerah
Tersaru antara asa dan nelangsa tak bisa menemani mu berbagi kisah
Seka lah air mata di pipi mu yang mengalir basah
Tak kuasa ku mendengar ratapan rindu dari orang yg pernah bertaruh nyawa
Ibu, meski hadirku tak disana tapi yakinlah wujudmu mengisi ditiap relung hati..

1-8-2015

————————————————————————————————————

 

One thought on “poetry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s