Keong Sawah

2015-07-17 08.52.07 1030774580414545594_2057371822

Menu hari ini sayur lodeh dan udang goreng ‘kriezpcy’, Alhamdulillah. Hanya saja sayur lodeh sudah beli jadi. Sedangkan udang krispi hasil masakan Bulan. Entahlah kenapa ia tidak memasak sayur lodeh sendiri, mungkin secara hitung-hitungan anggarannya lebih murah beli yang sudah jadi.

Sayur lodehnya menurut ku enak apalagi udangnya. Ketika makan sayur lodeh tersebut, saya teringat saat kerja di kontruksi. Waktu itu hampir tiap hari menu makan saya: sayur lodeh.

Tidak adanya kantin di site, dan hanya satu warung dadakan yang paling dekat, itu pun menu andalannya sayur lodeh. Maka selama 2 bulan hari-hari saya dihiasi dengan sayur lodeh. Untuk mengurangi bosan yang menu itu-itu saja, saya mensiasatinya dengan sarapan menunya sayur lodeh + telur ceplok + krupuk + teh hangat. Menu makan siang sayur lodeh + ikan laut + krupuk + es teh. Bosan atau tidak, tidak jadi urusan. Yang penting mengisi perut lapar. Untuk ini saya sependapat dengan pak Dahlan Iskan yang kurang lebih pernah berujar, “bumbu masak yang paling enak adalah lapar.”

Tampaknya keadaan saya dengan sayur lodeh itu akan terulang kembali. Bedanya tidak dengan sayur lodeh tapi keong sawah. Anda tahu, Menteri Pertanian menyarankan masyarakat untuk beralih mengkonsumsi keong sawah. Saran tersebut muncul karena mahalnya harga daging. Brilian bukan!

Tentu sebagai warga negara yang baik, saya akan coba menerapkan saran pak Menteri apalagi kalau nanti menjadi keputusan pemerintah. Mungkin saran tersebut hasil pertimbangan yang matang dan masak-masak. Sudah dikonsultasikan ke para pakar gizi dan pangan dalam negeri. Barangkali memang benar keong sawah memilik kandungan protein yang tinggi. Jika dikonsumsi anak-anak bangsa ini, kecerdasan mereka akan meningkat. Lagipula stoknya melimpah ruah dan murah.

Atau solusi makan keong sawah adalah solusi jangka pendek. Pemerintah yang diwakili pak Mentan, diam-diam menyiapkan solusi sapu jagat agar stock daging senantiasa ada dan terjangkau, harga tidak naik baik saat mendekati momen istimewa seperti bulan ramadhan, hari raya, atau hari biasa. Bahkan tidak sampai impor.

PR paling dekat, dan jika harga daging masih mahal, bagaimana mensiasati supaya rakyat tidak bosan makan keong sawah. Mungkin pak menteri perlu menyiapakn berbagai aneka resep masakan dengan bahan dasar keong sawah. Didemo masakkan dan dicicipi oleh kabinet kerja, kerja, kerja… []peta

Source pict : @map_my_world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s