Mayat Hidup

Kapan anda terakhir ‘read’. Kalau saya 2 menit yang lalu, bahkan tiap dua menit sekali saya ‘read’. Tentu bukan baca buku yang saya maksud, melainkan baca pesan WhatApps yang hampir tiap satu menit ada pesan yang masuk, kebanyakan dari grup yang tanpa izin terlebih dahulu meng-invite saya dan saya kemudian sungkan untuk left.

Terus terang dua bulan terakhir ini, belum satupun buku yang saya baca mulai dari kata pengantarnya sampai biografi penulisnya, sampai selesai, sampai tuntas. Mungkin itu pula penyebab saya jarang nulis blog.

Anda tahu, tulisan adalah buah pikiran. Supaya pikiran menghasilkan buah, kita perlu menyiramnya bisa dengan membaca atau perenungan hidup. Dan harus saya akui, belakangan saya tidak melakukan kedua hal tersebut. Banyak alasan–yang satu ini sepertinya saya ahlinya–salah satunya: rutinitas.

Sepertinya saya sudah melewati masa produktif. Mungkin fase ini yang disebut hidup tapi mati, mati tapi hidup. Hidup sekedar menjalani rutinitas. Just generally enjoy life as it comes. You know, is boring! []

 *mencoba untuk rutin menulis (lagi)

6 thoughts on “Mayat Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s