Motif Ribut Freeport

papa minta saham

Adalah penting untuk mengetahui motif seseorang melakukan tindak perbuatan. Motif, anda tahu, adalah alasan seseorang melakukan sesuatu. Dengan mengetahui motif, harapannya, kita bisa memberi respon yang tepat.

Misal, ada teman anda yang ingin meminjam uang. Mungkin anda akan bertanya, untuk apa ia butuh hutangan? jawaban atas pertanyaan tersebut penting karena dari jawaban itulah anda akan memutuskan memberi pinjaman atau tidak. Beda pertimbangannya, antara teman ada meminjam uang untuk membeli obat karena ia sedang sakit, dengan teman anda meminjam uang karena ingin menonton film di bioskop. Mana yang anda beri pinjaman?

Mungkin ada akan memberi pinjaman kepada teman anda yang sakit, bahkan anda memberi uang tersebut secara ikhlas. Pertimbangannya, anda berharap bantuan tersebut dihitung sebagai amal jariyah. Amiin. Bagaimana teman anda yang ingin menonton film itu? Oh, itu urusan anda.

Pada kasus lain, mungkin anda mengira-ngira motif seseorang ketika melakukan perbuatan, apalagi yang nyeleneh dan menyimpang. Akan ada banyak opsi. Akan ada banyak pilihan. Kadang butuh khalayan tingkat tinggi. Dan urusan mengkhayal, sepertinya skill saya diatas rata-rata. Entah apakah saya harus bangga dengan hal itu.

Terbaru, saya mengira-mengira terkait motif dibalik “papa minta saham (pms)”. Kenapa rekaman “pms” itu dibocorkan oleh pihak Freeport? bukankah, kalau tujuan Freeport adalah perpanjangan kontrak, Freeport akan menyetujui permintaan saham sang papa dan tidak perlu membocorkan rekaman tersebut. Tapi kita tahu opsi tersebut tidak terjadi, dan kita pun tahu kemana dagelan tersebut pentas: di meja MKD, “majelis konco dewe”.

Kenapa rekaman pms itu dibocorkan? menurut khayalan saya, itu karena jatah yang diminta papa terlalu besar, 20%. Dan ini tidak disanggupi oleh pihak Freeport, karena urusannya nanti kepada pemilik saham yang lain. Jadi daripada Freeport pusing memikirkan permintaan jatah sang papa, ya dilaporkan saja!

Beda lagi kalau menurut Adhie M Massardi, jubir Presiden era Gus Dur, ribut Freeport ini merupakan bagian dari upaya Freeport yang menghukum pejabat Indonesia yang ternyata tidak bisa menjalankan keinginan Freeport untuk melakukan perpanjangan kontrak. Kalau dilihat dari transkip, Freeport meminta bantuan Setya Novanto dan ketika tidak berhasil, ini kemudian diungkap.

 Setya novanto tidak bisa mengusahakan perpanjangan ini karena terikat oleh UU. Padahal Freeport mengharapkan, Setya Novanto sebagai ketua DPR dapat melobi pemerintah atau mengubah UU. Tapi yang melakukan ini justru Sudirman Said. Sudirman Said kemudian terbukti telah mengubah aturan pemerintah.

Maka pertanyaan mendasarnya: kalau perpanjangan kontrak sebelum waktunya itu sukses maka apakah rekaman ini akan dibuka? Pasti tidak karena akan mereduksi perjanjian itu.

Nah, itu menurut khayalan saya dan pendapat bernas pak jubir. Terkait khayalan anda tentang pms, maaf saya tidak pingin tahun. []peta

 

sumber gambar: rimanews.com

4 thoughts on “Motif Ribut Freeport

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s