Belajar Jadi Manusia Dulu atau Islam?

Dari pada anda belajar Islam tapi jadi manusia saja belum, mending belajar jadi manusia dulu. Orang yang belum jadi manusia susah jadi muslim, karena urutannya adalah: makhluk – insan – abdullah – khalifatullah.

Quotes yang bagus. Tapi rasanya ada yang mengganjal. Apakah bisa menjadi manusia dulu, tanpa belajar Islam?

Idealnya saya harus bertanya kepada penyampai quotes. Hanya saja quotes itu saya terima secara viral, maka penyebar quotes tersebut setidaknya yang memberikan penjelasan. Dan yang saya dapat;

“dalam terminologi fiqh maksudnya sebab syarat manik”

“jadi manusia dahulu”

“itu maksudnya, bagaimana cara kita belajar islam”

“dimulai kenali diri sendiri, kalau tidak manusia tidak punya aql buat belajar”

Sepertinya ini bukan ranah fiqh (syariah/bangunan) melainkan ranah akidah (landasan). Jawaban manusia atas dirinya sendiri adalah akidah. Siapakah manusia itu? Siapa yang menciptakan? Untuk apa diciptakan? Akan kemana? Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menjadi landasan bagi dirinya menjalani hidup.

Maka kerangka berpikirnya: mengenali hakikat manusia melahirkan akidah. Akidahnya bisa Islam, bisa pula kristen, budha, dsb. Tergantung bagaimana ia menjawab hakikat manusia. Sampai titik ini, manusia dengan akalnya mampu menjawab persoalan tentang hakikat manusia.

Pertanyaan berikutnya yang tidak kalah penting, jawaban mana yang paling benar? Disini akal manusia berada pada keterbatasannya. Maka manusia membutuhkan dalil. Atau sumber yang paling benar.

Bagi sebagian orang, memahami hakikat manusia dapat mengantarkannya pada jalan Islam. Tapi itu segelintir orang saja—mungkin penyampai quotes termasuk. Kekhawatiran saya, mereka yang keliru bisa melenceng ke arah atheisme, marxisme, darwinisme, atau—apabila memegang tampuk kekuasaan–menjadi Hitler.

Katakan Anda memahami bahwa manusia ciptaan Allah SWT, hanya saja menurut Anda Allah SWT sebagai Maha pencipta tidak menurunkan seperangkat aturan untuk mengatur manusia. Manusia bebas mengatur hidupnya sendiri. Tentu ini akidahnya juga tidak benar. Dan kita tahu, mereka berkembang menjadi kelompok liberal.

Adapula yang keliru memahami hakikat perbuatan manusia, bahwa seluruh tanduk perbuatan manusia semua telah diatur oleh SWT. Artinya manusia tidak punya pilihan. Tidak punya kehendak. Bahkan surga dan neraka sudah ditentukan bagi dirinya dan tertulis di lauhul mahfudz. Maka dengan enaknya ada pencuri berujar, “Oh, saya mencuri karena itu bukan kehendak saya tapi yang diatas.”

Saya beruntung sejak semester awal ikut ngaji. Dari mengaji Islam itulah saya tahu: hanya Islam yang memanusiakan manusia. []peta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s