Intrik Proyek

“Aku ingin resign,” ujar temanku. Waktu itu aku melarangnya, terlebih alasan untuk resign hanya ‘merasa tidak dihargai’. Temanku itu bekerja di perusahaan multinasional. Perusahaan yang menawarkan gaji besar, dan tentu prestisius tinggi.

Maka aku memintanya untuk bertahan. Tapi tak disangka kejadian ‘merasa tidak dihargai’ menimpa pula pada Peta. Bedanya, kali ini, ia ‘merasa tidak dipercaya’. Waduh!

***

Mungkin ini yang namanya politik dalam proyek: ketika tidak senang akan seseorang, maka segala upaya akan dilakukan walau itu harus menyingkirkan. Cerita pertama dari asisten survei. Ia mengatakan ada staff proyek yang tidak suka padanya. Upaya yang dilakukan kepada si asisten: dicap sebagai mata-mata kantor.

Bukan rahasia umum, tiap proyek memiliki permasalahannya sendiri-sendiri. Entah konflik antar staff atau kesalahan dalam kontruksi. Hanya saja relatif aman jika permasalahan tersebut terselesaikan sampai tingkat dalam proyek, tidak sampai kantor pusat. Jika kantor sampai tahu, permasalahan bisa jadi makin runyam dan panjang.

Maka hal biasa pula, jika kantor menaruh orang kepercayaannya di lapangan dan melaporkan sesuatu jika ada pelanggaran. Tapi si asisten ini mengatakan kepadaku bahwa ia bukan mata-mata dan tidak pernah melaporkan apa-apa. Tapi semua orang dalam proyek kadung cap negatif si asisten.

Cerita kedua dari surveyor senior. Beliau pernah di PHK karena oleh manajer proyek dilaporkan melakukan kesalahan pengukuran. Ketika dipanggil oleh direktur dan diberitahu akan di PHK, beliau menggebrak meja sang direktur, “Bapak hanya mendengar dari sepihak tanpa klarifikasi kepada saya! Kesalahan pengukuran itu bukan saya, melainkan subkon. Justru manajer proyek tahu dari saya jika ada kesalahan pengukuran.” Surveyor senior ini tetap di PHK alias tersingkirkan.

Cerita terakhir datang dari Peta. Proyek baru, manajer juga baru. Siapa sangka manajer baru ini berbeda 180 derajat dari manajer sebelumnya: mencari-cari kesalahan hasil survei, cara memberi perintah cenderung meremehkan (baca: kasar). Mungkin itu akibat ketidakpercayaan. Semakin menguat dengan datangnya tenaga survei baru. Bahkan tenaga survei baru ini mengaku, manajer memilih dirinya ketimbang Peta. Kesalahan hasil survei Peta menjadi senjata. Tapi sesama tenaga survei memiliki solidaritas. Si tenaga survei baru ini menolak menggantikan, dan memilih kembali ke proyek sebelumnya.

Jika tidak dapat dipercaya, apa lagi yang diharapkan. Peta memutuskan untuk keluar. Ketimbang bekerja dengan orang yang menganggap hubungan hanya tuan dan tukang, bukan sesama hamba Tuhan.

***

Maka apa yang menimpa Peta; aku ingin mengatakan jika tempat kerjamu tidak membuatmu nyaman, atau jika bekerja adalah ibadah dan tempat kerjamu membuat ibadahmu tidak ‘khusyuk’—tidak semakin mendekatkan kepadaNya—hijrahlah. Allah SWT Maha memberi rezeki, mintalah kepadanya tempat kerja yang lebih memberi ‘arti’. []

5 thoughts on “Intrik Proyek

  1. alasan psikis yg udah sampe kaya gitu memang menurut saya malah ga sehat. Prefer dapat kerjaan setumpuk tapi lingkungan kerja sehat daripada, katakanlah, misal apapun yg dilakukan dianggap salah atau ditekan trus menerus sama org yg emang udah ga suka. Lebih baik buat usaha sendiri atau pindah kerja. Rezeki uang masih bisa dicari lah ya asal diusahain..

  2. Kondisi yang sama sedang teman saya alami, apakah saya harus memberikan nasehat seperti yang peta lakukan? Ijin capture paragraf trakhir, mau saya kirim k teman saya

  3. Bekerja di Proyek memang tak mudah, padahal kita saling membutuhkan. Mestiya sama sama sadar bahwa kita bekerja atas nama hamba Tuhan, ya?

    *senasib kerja di Proyek* tapi masih berusaha untuk mewarnai bukan diwarnai. semangat😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s