#KembalikanMediaIslam

Saya tidak punya TV, untuk mendapat berita terkini saya mengandalkan portal berita online. Aktivitas tersebut, baca berita, biasanya saya lakukan sebelum memulai aktivitas kerja. Anda tahu, berkembang pesatnya teknologi informasi terutama sosial media, sebuah  berita walau berada di belahan bumi lainnya dapat tersebar dalam hitungan detik.

Perkembangan dunia olah raga juga saya ikuti, terutama sepak bola. Membaca berita olahraga, saya kira bagus untuk mood kita di pagi hari. Olahraga identik dengan semangat, siapa tahu dengan membacanya spirit kita terbakar. Apalagi mengetahui tim jagoan kita menang.

Bagaimana dengan berita seputar Islam? Saya berlangganan majalah dwi mingguan Media umat dan buletin bulanan Al Wai’e. Dua buletin tersebut cukup untuk mendapat gambaran seputar dunia Islam saat ini lengkap dengan segala persoalannya. Walaupun demikian  saya masih perlu buka situs website Islam untuk mendapat informasi teraktual.

Sayang baru-baru ini Kominfo atas rekomendasi BNPT, memblokir situs online Islam. Ada 19 situs yang diblokir, menyusul 3 situs yang sebelumnya diblokir seperti shoutussalam.com, azzammedia.com dan indonesiasupportislamicatate.blogspot.com. Alasan pemblokiran karena dikategorikan sebagai website penggerak radikalisme. Dan kaitannya dengan ISIS.

Saya tidak habis pikir, situs seperti dakwatuna dan hidayatullah termasuk situs yang diblokir alias situs simpatisan radikal. Saya sering membuka situs dakwatuna, efek membaca konten di dalamnya apakah saya menjadi orang yang lebih radikal, ‘senggol bacok!’ begitu? Tidak!

Sedangkan hidayatullah, saya mengikuti kajian dimana ustadnya adalah seorang pengajar di hidayatullah. Ustad yang sederhana ini, saya kira membunuh nyamuk pun tidak berani. Kajiannya tidak ada yang aneh, seperti ustad pada umumnya mengajarkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Pasca kajian saya lihat tidak ada yang melakukan tindakan radikal, jamaahnya tiba-tiba saling serang saling perang!

Jadi apa yang dimaksud radikal oleh BNPT? Okelah mungkin ke-22 situs tersebut adalah situs radikal, mengajarkan kekerasan untuk mencapai tujuan. Cuman ada kah bukti yang menunjukkan gara-gara membaca situs tersebut, seseorang bertindak radikal?

Pertanyaan tersebut harus dijawab oleh BNPT, atau bisa-bisa pembaca yang budiman meminta supaya staff BNPT dan jajaran di Kominfo diblokir dari surga kelak di akhirat, mau? []

2 thoughts on “#KembalikanMediaIslam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s