Jilbab dan Rokok

Meski tidak ikut liburan ke Bali, setidaknya saya senang dibawakan oleh-oleh kaos oblong. Cuman, sayangnya, karena siapa cepat dia dapat dan saya mendapat paling terakhir, saya diberi kaos oblong berwarna putih, dengan tulisan di dadanya “Biar gemuk yang penting tidak pernah ngamuk”. Argh padahal saya kurus!

Kaos itu saya terima. Pantang saya menolaknya. Jauh-jauh berlibur ke Bali untuk membelikan saya kaos, masa saya menolaknya!

Entah kenapa belakangan ini saya berurusan dengan yang namanya ‘gemuk’. Ketika membeli mie ayam, di seberang jalannya ada cafe tidak besar tapi cukup ramai. Pintu cafe yang dibiarkan terbuka, membuat saya bisa melihat aktivitas di dalamnya. Saya melihat sosok wanita–yang menurut saya–gemuk, memakai jilbab dan sedang merokok. Sambil berbicara dengan temannya, beberapa kali asap rokok menyembur dari mulut mbak gemuk berkerudung hitam tersebut.

Merokok, menurut pandangan saya, hukumnya makruh, baik itu pria maupun wanita (berjilbab). Tapi bisa haram pada kondisi tertentu, misal bagi mereka yang mengidap penyakit kanker, atau wanita hamil. Sedangkan berhijab–menutup aurat bagi muslimah yang akil baliq–hukumnya adalah wajib. Berjibab dan merokok, dari hitung-hitungan hukum, saya rasa mbak tersebut tidak melanggar syariat. Hanya saja muslimah apalagi berjilbab identik dengan keanggunan, kesopanan, dan kepantasan. Apa pantas ada muslimah merokok? tentu saja tidak!

Saya mencoba berpikir positif, mungkin mbak tersebut baru belajar memakai jilbab. Sedangkan ia sendiri pecandu rokok. Merubah kebiasaan, Anda tahu, tidak gampang dan membutuhkan proses. Siapa pun orangnya termasuk mbak tersebut. Saya berdoa, mbak tersebut dapat berjilbab dengan sempurna dan berhenti merokok.

Mie ayam sudah siap disantap. Terpikir untuk merubah kata di kaos pemberian teman saya itu, mungkin saya ganti, “biar kurus yang penting suka tadarus!” []

7 thoughts on “Jilbab dan Rokok

  1. pemerintah kotaku ramai dengan banner “tolak rokok ilegal dan tidak punya pita cukai” tapi tidak pernah sedikit pun ada banner “wajib jilbab”. yang wajib gak diurusi tapi yang makruh diurusi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s