Kumohon (2)

ibu

Ibu berkrudung putih yang wajahnya meneduhkan itu adalah ibu saya atau biasa saya panggil Ummi. Sedangkan bocah yang sedang beliau bopong, bukan saya melainkan ponakan saya, Nabhan.

Melihat foto ini kadang saya merasa sedih, saya tidak punya foto kenangan yang menampilkan saya berdua dengan Ummi. Keluarga saya tidak punya kamera, mungkin kamera analog yang menggunakan gulungan klise sebagi penyimpanan fotonya masih tergolong mahal untuk kantong bapak saya.

Tidak seperti sekarang, kamera menjadi fitur wajib di setiap HP sehingga jeprat jepret selfa selfie bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Foto masa kecil saya satu-satunya yang saya punya adalah foto hitam putih berukuran 3×4 untuk ijazah SD, asli masih berwajah polos.

Saya yang berumur 12 tahun, tidak akan pernah menyangka bahwa 13 tahun kemudian dirinya akan berkarir sebagai seorang geodet, dan akan menghabiskan sisa umurnya untuk kebangkitnya islam.

Saya senang Ummi sudah tidak bekerja lagi, dengan begitu beliau bisa banyak beristirahat dan punya banyak waktu untuk beribadah (berdoa). Dan, saya harap, di tiap doa beliau, nama saya disebutnya.

Barangkali kesedihan beliau adalah ketika banyaknya waktu seperti saat ini, anak-anaknya tidak ada sisi karena merantau disana disini. Obat yang mujarab tentu saja dengan kehadiran seorang cucu! []peta

*postingan ini untuk membayar hutang ke seorang blogger*

7 thoughts on “Kumohon (2)

  1. Ehem! **batuk** Apakah ‘seorang blogger’ yang dimaksud itu adalah bukanbocahbiasa(dot)com? **GR mode on** Ahahaha

    Salam buat ibunda yang ayuuuu dan tulus ikhlas yah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s