Jurus Maut Menghafal Al Qur’an

Sebuah motor parkir di depan kontrakan. Dari suara motornya aku tahu itu Bhumi yang datang. Bunyi motornya khas gara-gara knalpotnya bolong. Ia sering main dan keluar masuk kontrakan sini seakan dia salah satu penghuni kontrakan. Coba lihat, dia langsung menyelonong masuk saja. Ketika melihatku dia menghampiri dan menyalamiku dan, tentu saja, ia tersenyum kepadaku atau kepada siapa saja, kepada tiap orang yang ia temui. Itu bukan berarti ia gila, tapi sebagai tanda persahabatan katanya.

Aku sedang duduk di ruang tengah, membaca mushaf Al Quran. Bukannya sok alim, tapi membaca Al Qur’an seusai shalat sudah hal mainstream, justru aneh jika kau tidak melakukannya.

“Sudah shalat Magrib Mi?” Tanyaku yang dijawabnya dengan anggukan. Dia duduk di kursi kayu di sudut ruang tengah. Tangannya memegang smartphone dan mulutnya seperti sedang komat kamit.

“Kau sedang apa Mi dan mau ngapain kesini?” Tanyaku lagi. Dia memandangku.

“Aku kesini mau menirumu, Pet,” jawabnya sambil menunjukkan layar smartphonenya. Oh, dia sedang membuka aplikasi Al Qur’an. Ooo, dia sedang membaca Al Qur’an.

“Aku tahu kamu sedang menghafal Al Qur’an, aku juga ingin menghafal Al Qur’an. Ajarin dong, jurus supaya hafal Al Qur’an?” Tanyanya.

Apa aku tidak salah dengar. Barangkali ia baru kecelakaan, tiba-tiba muncul di kontrakan dan mengatakan ingin menghafal Al Qur’an. Apa perlu kecelakaan dulu supaya orang-orang itu mau menghafal Al Qur’an.

“Jika kamu ingin hafal Al Qur’an, yang perlu kamu lakukan adalah..” kataku sepotong. “Yang perlu kamu lakukan adalah menghafal satu ayat.”

“Lho kog bisa dengan satu ayat bisa hafal Al Qur’an, ngaco kamu!”

“Lha nggak percaya,” kataku meyakinkan. “Coba kamu amati, apa yang dibutuhkan pelari untuk memenangkan lomba lari? Dimulai dari satu langkah bukan. Apa yang diperlukan pengusaha sukses? Dimulai dari merintis satu usaha. Apa yang dilakukan oleh penulis untuk menghasilkan buku? Dimulai dengan menulis satu lembar halaman. Jadi itu pula yang perlu kamu kerjakan untuk hafal Al Qur’an, menghafal satu ayat!”

“Dan setelah hafal satu ayat, kamu hafalin satu ayat ayat berikutnya, kemudian ayat berikutnya dan selanjutnya sampai kamu hafal keseluruhan ayat.”

“Iyee kalau cuman gitu, aku juga tahu, Pet,” katanya protes.

“Kamu sudah tahu, tapi sudah ngelakuin belum?”

“Kalau itu belum, hehe,” ujar Bhumi cengengesan.

“Nah, simple kan. Kamu tinggal hafal satu ayat satu ayat. Sekarang ada duit 10ribu nggak?

“Lho buat apa? apa hubungannya uang 10ribu dengan hafal Al Qur’an, Pet!”

“Nggak ada, aku cuman mau pinjem buat beli makan…”

“Haish, kamu ngafalin Al Qur’an tapi masih ngutang.”

“Mending, daripada orang yang paham ayat tapi nggak kelakuin seperti yang diperintahkan ayat itu. Disuruh nutupin aurat malah umbar aurat. Diwajibkan ninggalin riba, malah punya bunga bank dimana-mana. Bisa neraka kamu!”

“Eh kalau aku ngafalin ayat, aku jadi ngerti ayatnya. Kalau ngerti tapi nggak kelakuin, jadi ahlul neraka dong. Apa aku nggak usah hafal aja ya..”

“Hush, tambah gawat lagi kalau kamu nggak paham ayat.. emang hidupmu itu mau disandarkan kemana kalau bukan ayat-ayatnya Gusti Allah.” []

3 thoughts on “Jurus Maut Menghafal Al Qur’an

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s