Balada Subsidi Dicabut

“Subsidi dialihkan ke sektor konsumtif ke sektor produktif.” Oh itu ide yang bagus. Barangkali sama seperti ada seorang bapak yang mengalihkan anggaran makan anaknya ke anggaran pendidikan. Itu juga ide yang bagus, tapi bapak yang baik adalah bapak yang mengerahkan sumberdaya yang ia punya, untuk menjamin anaknya mendapat makan, memperoleh pendidikan, dan sekali-sekali beli mainan. Sayang sang bapak tidak dapat melakukannya, karena sumberdaya yang ia miliki tidak benar-benar ia miliki, 70%-nya sudah dimiliki orang asing. Lho bagaimana bisa? oh itu para kapitalis yang tahu mekanismenya.

Sang anak harus mulai belajar untuk irit, disaat pejabat elit menjerit minta gaji naik. Sang anak belajar bagaimana hidup sederhana, dikala orang kaya menghamburkan uang untuk foya-foya. Jika sang anak sakit, dia bisa berobat asal punya kartu sehat. Sekolah masih sulit masih ada kartu pintar. Tapi entahlah, apa dengan menggunakan kartu sakti itu pemakainya menjadi pintar dan sehat! []

One thought on “Balada Subsidi Dicabut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s