Berhenti Merokok?

Saya mempunyai rahasia kecil. Anda tahu, di dalam tas kecil yang saya bawa kemana-mana itu, di dalamnya ada satu bungkus rokok kretek. Apakah saya perokok? Ya, saya perokok tepatnya perokok pasif. Di tempat saya bekerja, sebagian besar lelakinya adalah perokok aktif. Ketika saya berbincang dengan mereka, di samping kiri kanan dan depan saya sedang merokok jadi mau tidak mau saya menghirup asap rokok.

Kalau bukan perokok aktif, lalu untuk apa saya membawa satu bungkus rokok? Sederhana saja, itu alasan saya saja untuk menolak tawaran merokok. Ketika ada yang menawari rokok, saya akan mengatakan, “maaf saya sudah punya rokok sendiri?” jadi saya tidak berbohong bukan!

Merokok bagi saya adalah aktivitas mubah, se-mubah minum segelas teh manis. Tapi mengkonsumsi teh manis bisa menjadi aktivitas yang haram, misal menyebabkan diabetes anda kambuh. Begitu pula merokok, merokok baru haram apabila membahayakan jiwa perokok itu sendiri karena menderita penyakit tertentu seperti penyakit jantung kronis. Apabila anda perokok tapi takut terkena diabetes, seharusnya anda tahu bahwa sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen.

Saya tidak 100% percaya bahwa rokok bisa membunuh. Tidak sedikit saya menjumpai orang tua yang merokok bertahun-tahun tapi tidak mati-mati juga. Sebenarnya bukan rokok—atau kecelakaan, serangan jantung, kebakaran, dan hal lainnya—yang menyebabkan manusia meninggal. Alasan satu-satunya mengapa manusia meninggal karena berakhirnya ajal.

Saya tidak mempersalahkan orang merokok di dekat saya. Tapi saya tidak menyarankan anda melakukannya di dekat anak, istri, atau orang-orang terdekat anda. Anda tentu tidak ingin orang terdekat anda, mengidap penyakit dan itu karena asap rokok anda bukan. Lagipula kalau anda menganggap rokok itu keren, percayalah saat anda meninggal dan diingat sebagai pecandu rokok, itu tidak keren sama sekali! []

12 thoughts on “Berhenti Merokok?

  1. Terima kasih sudah diingatkan kembali…
    Sedang berusaha mengurangi rokok😀
    Meskipun saya perokok, saya juga tidak suka dengan mereka yang merokok dekat dengan istri dan anak serta merokok di tempat umum

  2. like this, bro! merokok itu mubah. tapi mubah tetep mubah. aku cuma belum paham kalau dia bisa berubah menjadi haram. orang sakit kan memang ada pantangannya? cuma apa itu bisa merubah hukum syara’?

    • hmm, bukan hukum syara-nya yg berubah.. tiap kondisi mempunyai hukum syara nya sendiri2. org yg sehat dan merokok, tentu beda hukumnya dg org yg mengidap penyakit kanker dan merokok.
      lelaki yg menyentuh wanita tentu berbeda hukumnya dg lelaki yg menyentuh wanita mahramnya, padahal sama2 wanita. saya kira begitu.

  3. setuju! saya heran dimana kerennya merokok? hehe.. tapi merokok bikin umur pendek tuh kayaknya gak juga, banyak tetangga yang merokok tapi sehat- sehat ajaaa..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s