Menghilangkan Phobia

Menjelang bulan Ramadhan, tidak sedikit anak-anak yang bermain petasan. Petasan dan Ramadhan sepertinya dua hal yang tidak bisa dilepaskan. Bisa jadi bentuk meluapkan kegembiraan menyambut Ramadhan yaitu dengan menyulut petasan supaya lebih meriah.

Sayangnya sebagian orang menganggap bahwa semua orang menyukai petasan. Padahal tidak semua orang menyukainya. Termasuk saya. Bahkan bisa dikatakan, saya phobia dengan petasan. Tepatnya, saya phobia dengan suara petasan.

Jika ada yang bermain petasan, anak-anak akan mengerubungi seperti semut mengerubungi gula. Tapi saya tidak. Saya memilih untuk menyingkir dan menutup telinga. Namanya saja orang phobia, menurut saya, suara petasan bisa mencopot jantung saya. Anda tahu, manusia yang tidak mempunyai jantung akan menjadi makhluk tidak bernyawa.

Saya menghindari benda-benda yang bisa menimbulkan suara ledakan atau suara nyaring, misal petasan, balon atau klakson truk. Saya menolak jika diminta meniup balon. Kalaupun saya dipaksa meniup, saya akan meniup balon tersebut tidak lebih besar dari buah jambu, saya pikir balon sebesar itu tidak akan mudah meletus.

Ada cerita lucu, pernah saya mengikuti gathering yang diselenggarakan perusahaan semen. Dalam gathering tersebut ada bagi-bagi hadiah. Peserta mana yang tidak kepincut dengan hadiah yang ditawarkan oleh panitia, apalagi pesertanya para mahasiswa. Hadiahnya ada handycam, camera digital, smartphone. Cuman untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut peserta harus mencari kupon yang oleh panitia ditaruh di balon. Balon itu sendiri jumlahnya ratusan.

Ketika ratusan balon itu dilempar, semua peserta saling berebut kira-kira balon mana yang ada kuponnya. Saya sendiri bagaimana? Saya tidak peduli dengan hadiahnya. Ketimbang jantung saya copot, mending saya pergi!

Saya akui saya berlebihan menganggap suara letusan balon dapat membuat jantung manusia copot. Saya pikir, tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan hal tersebut. Hanya saja saya tidak bisa menyingkirkan hal tersebut dalam benak kepala saya. Jika saya ingin lepas dari phobia tersebut, saya harus membuktikan bahwa anggapan suara letusan dapat mencopot jantung itu salah.

Phobia bisa menimpa siapa saja dan phobia kepada apa saja. Tingkatannya pun relatif ada yang ektrim sampai sedang. Phobia, yang bukan rahasia umum, menjangkiti masyarakat barat adalah phobia kepada Islam atau lebih dikenal islamophobia. Bisa kita lihat di film-film barat, seringkali ada adegan berlebihan ketika tokoh muslim muncul. Entah backsoundnya, adegan yang dibuat lambat, atau sikap orang disekitarnya berubah ketika tokoh muslim itu muncul. Kesannya tokoh tadi seorang penjahat.

Orang yang phobia kepada Islam seringkali karena menganggap Islam adalah agama teroris dan orang Islam adalah teroris, kemana-mana membawa bom di dalam tasnya. Memang tidak dipungkiri ada orang Islam yang pernah melakukan pengeboman, tapi apa hanya orang Islam saja yang pernah melakukan pengeboman? Amerika sendiri ataupun Israel merupakan negara yang biasa melakukan teror di negara lain. Apakah teror yang mereka lakukan, tidak dianggap sebagai tindakan terorisme!

Saya akui phobia saya terhadap balon itu berlebihan. Tidak ada bukti bahwa suara letusan balon akan mencopot jantung saya. Begitu pula ketakutan masyarakat barat terhadap Islam tidaklah mendasar dan rasional. Kalau anda masih phobia dengan Islam, silakan periksa satu-satu tas orang Islam apakah ada bomnya? []

10 thoughts on “Menghilangkan Phobia

  1. peta, aku mau tanya nih. aku udah ngeblog dari tahun 2008 sampai sekarang. kira2 ada 600 posting yang udah aku buat. posting2nya masih ada di dokumen word. blognya udah ilang. sebaiknya aku bikin blog baru dan posting ulang semua atau nggak?
    posting ulang akan makan banyak waktu. membuat berpikir ke masa lalu, bukan masa sekarang atau masa depan. tapi aku harus menggenapi masa lalu agar bisa memmaafkan diriku, kesalahanku, kenapa kondisi begini dan apa alasan aku hidup sampai begini. kalau semua itu beras baru aku bisa melangkah ke masa depan.
    cuma butuh waktu banyak posting ulang sebanyak itu. nanti aku harus mikirin dakwah, belajar, baca buku dll.
    menurutmu gimana?
    sebaiknya poting ulang atau tidak?

  2. Sy juga phobia balon dan petasan..klo liat balon bawaannya tiba” sesak..takut balonnya meletus dan buat sy kaget hingga sesak nafas..paling kesel klo naik motor trus di klakson dari belakang,,itu rasanya jantung kyk mau jatuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s