Bukan Ustad!

Ada bahasa yang ingin saya kuasai, bukan bahasa Inggris apalagi Prancis melainkan bahasa Arab. Bahasa yang menjadi bahasa ‘ibu’ agama yang saya anut. Jika saya ingin mempelajari lebih dalam agama saya, tidak bisa tidak saya harus menguasai bahasa Arab.

Saya bukannya tidak pernah kursus bahasa Arab, tapi sayang saya tidak menuntaskannya alias kandas di tengah jalan. Hal yang saya ingat dari kursus bahasa Arab itu, pesan guru bahasa Arab saya yang mengatakan jangan mudah patah arang belajar bahasa Arab. Kemudian beliau cerita dulunya tidak tahu apa-apa tentang bahasa Arab, dan dengan nekatnya kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Dari sanalah beliau belajar bahasa Arab, dari nol.

Saya hampir tidak percaya ketika beliau cerita baru belajar bahasa Arab ketika kuliah. Saya kira beliau dulunya lulusan pondok pesantren. Jika benar beliau mulai belajar bahasa ketika bangku kuliah, berarti posisi beliau sama dengan saya yang (mau) baru belajar bahasa Arab saat kuliah. Jika beliau bisa, seharusnya saya juga bisa!

Cerita yang hampir sama saya dapat dari Ust Hisyam Hidayat, Ustad favorit saya jika ngisi kajian, dulunya beliau lulusan jurusan Kimia. Beliau baru intensif mengkaji Islam ketika masih kuliah. Artinya, sama seperti guru bahasa Arab saya, posisi beliau sama dengan saya yang juga baru intensif mengkaji Islam ketika bangku kuliah. Jika beliau bisa seperti sekarang, semoga saya juga bisa.

Nyatanya, tidak sedikit da’i yang bukan lulusan pondok pesantren atau lulusan universitas Islam. Ust Rokhmat S. Labib, dulunya sarjana bahasa Indonesia. Ust Ismail Yusanto merupakan sarjana geologi di Jogya. Ust Dwi Condro, pakar ekomomi Islam, lulusan sarjana ilmu tanah di Jogya. Meski lulusan dari kampus ‘konvensional’, tapi pengetahuan (tsaqafah) Islam beliau beliau ini tidak kalah dengan lulusan IAIN (sekarang berubah Universitas Islam Negeri, UIN).

Ustad-ustad yang sering muncul di layar kaca televisi, misal Ust Yusuf Mansyur, AA Gym, Ust Arifin Ilham, atau Ust Felix Siauw juga tidak mempunyai background sarjana dakwah. Ust Yusuf Mansyur dulunya pedagang dan sebelum dikenal sebagai Ustad “Sedekah”, beliau pernah mendekam di penjara karena hutang piutang. Sekarang siapa yang tidak kenal dengan Ust Yusuf Mansyur dengan sekolah Tahfid Al Qur’an-nya. AA Gym di acara Kick Andy pernah mengatakan beliau dulunya penjual bakso. Saya rasa tidak jauh berbeda dengan Ust Arifin Ilham. Beliau, Ust Arifin Ilham, mengambil jurusan Hubungan Internasional di Jakarta. Kalau Ust Felix Siauw malah alumni Institut Pertanian di Bogor.

Ustad-ustad yang saya sebut di atas menjadi motivasi bagi saya, bahwa tidak harus sekolah tinggi agama Islam dulu baru mau mengkaji Islam. Lagipula belajar Islam merupakan hal kewajiban.

Saya tidak mengatakan bahwa lulusan IAIN itu ‘jelek’, barangkali karena kita tidak banyak mengenal Ustad atau ulama yang lulusan IAIN. Guru bahasa Arab saya lulusan IAIN dan pengetahuan Islam beliau cukup mumpuni. Saya malah ingin mengatakan, coba Ust Felix Siauw kuliah di IAIN, mungkin lebih ‘dahsyat’ lagi beliau mendakwahkan Islam. Sayangnya, tidak sedikit pula lulusan IAIN yang kemudian menjadi pemikir liberal.

Akhirnya, masih banyak lagi pengetahuan dan pemikiran Islam yang perlu saya pelajari. Entahlah, semakin saya belajar bukannya merasa ilmu saya bertambah tapi saya sadar masih sedikit yang saya pelajari. Saya harus terus belajar, bukan supaya nanti dipanggil Ustad, tapi untuk bekal di akhirat. []

One thought on “Bukan Ustad!

  1. aku juga gitu. suruh musyrif ngaji bahasa arab. katanya belajar bahasa arab itu hukumnya wajib biar bisa baca Al-qur’an,mempelajari hukum2 islam, dan mempraktekkannya dl kehidupan sehari2. aku juga disuruh belajar baru kuliah mau kelar nih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s