Tutup Aurat Nona

Stiker berwarna kuning yang tertempel di motor itu tertulis seperti ini, “Kalau naik motor, lihat ke jalan, jangan lihat paha.” Apa ada yang keliru dengan stiker tersebut? Saya kira tidak. Stiker tersebut ingin mengingatkan pengendara, terutama laki-laki, supaya fokus pada jalan, jangan yang lain, ya yang lain bukan yang itu.

Membaca stiker itu saya jadi ingin membuat stiker tandingan, “Kalau paha nona tidak mau dilihat, tutupin! Gak usah dipamerin.”

Jangan salahkan pria jika melihat tubuh nona, sama halnya kita tidak bisa menyalahkan semut yang menggerubungi gula karena terbuka tutupnya. Jangan salahkan lalat, hinggap ke permen jika permen itu tidak dibungkus.


Saya ingat, ketika ramai kasus pemerkosaan yang terjadi pada angkutan umum, ada sekelompok wanita yang melakukan aksi dengan memakai rok mini. Pesan yang ingin mereka sampaikan, jangan salahkan wanita yang pakai rok mini, tapi salahkan pria yang otaknya ngeres!

Menurut mereka, para wanita yang ada di negara maju biasa memakai rok mini atau hotpans tapi wanita disana tidak menjadi korban pemerkosaan di negaranya.

Terjadinya kasus pemerkosaan, tidak serta merta karena wanita memakai rok mini. Banyak variabel penyebab wanita menjadi korban pemerkosaan, bisa karena pelaku (pria) yang berlakuan bejat (pengaruh alkohol, pecandu video porno, dsb), keamanan yang tidak kondusif, hukum yang tidak membuat efek jera, atau disebabkan karena pihak wanita (pulang larut malam, tidak terjaga, memakai pakaian terbuka).

Memakai rok mini tidak menjadikan nona korban pemerkosaan, tapi membuat pria bejat punya hasrat memperkosa nona. Kalau pun lolos dari pemerkosaan, rekan nona yang lain belum tentu lolos. Bisa saja, si pelaku melampiaskan hasratnya dengan memperkosa wanita lain. Secara tidak langsung, nona ikut terlibat membuat rekan nona yang lain, yang mungkin tidak biasa memakai rok mini, diperkosa.

Jika nona konsisten, di negara maju para wanitanya tidak hanya terbiasa dengan rok mini tapi biasa memakai pakaian dalam. Apakah nona akan konsisten mengikutinya? lalu apa bedanya nona dengan wanita purba yang memakai pakaian sekadarnya.

Pria barat (negara maju) tidak perlu memperkosa wanita yang memakai rok mini, mereka tinggal melakukannya, suka sama suka. Lagipula, di Amerika misalkan, pernikahan sesama jenis adalah legal. Seterbuka apa pun baju wanita barat, pria gays tidak sudi melirik wanita berok mini apalagi isinya.

Apa nona tidak malu kepada Allah Pencipta Alam Semesta, termasuk menciptakan yang indah-indah dalam diri nona. Allah SWT memerintahkan nona menutup aurat, “..hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh. Yang demikian itu supaya mereka lebih di kenal, karena itu mereka tidak di ganggu.” Kalau nona tidak melakukannya, bukankah sama halnya nona bertelanjang di hadapan Rabb Alam Semesta.

Mungkin nona berpikir, Allah SWT tidak berperikewanitaan karena menyuruh makhluknya menutup keindahan yang ada pada dirinya. Justru, karena nona berharga maka Allah SWT menyuruh nona menutup aurat. Nona tahu, barang berharga dijaga di tempat khusus dan hanya orang khusus yang bisa mengaksesnya.

Nona, jangan marahi pria yang hanya melihat (maaf) paha Anda, tapi marahi adik laki-laki, kakak lak-laki, bapak, atau kakek nona yang tidak pernah mengajari nona untuk menutup aurat. Untuk pria, ya kamu, ketika di jalan perbanyak istigfar bro. []

23 thoughts on “Tutup Aurat Nona

  1. Tutupi aurat mu wahai Nona..emak..myonyaaah… Tp yg bener nutupnya, jangan seperti lontong, lhaaa ditutupi tp jeplak badan juga sama dgn boong, malah kayanya bikin lebih gimanaaaaa gituu… ayoo non..nyah..:D

  2. Keren sekali ini postingnya…
    Kalau dipikir memang yang liat nggak salah, wong pas kebuka juga,..
    tapi ada salahnya juga, udah tau begitu kok ya diliat… hihihi

    Semoga banyak akhwat yang baca posting ini, terus jadi berhijab..
    karena dari ujung rambut sampe kaki, kalau milik wanita, semuanya indah ^_^

  3. Lagi-lagi, yang disalahkan perempuan saja…

    Tolong menulislah yang berimbang, salahkan juga laki-laki yang tahu apa yang benar, tetapi bukannya mendakwahkan secara ma’ruf bagaimana berhijab dan berhijab yang benar kepada keluarga dan teman-teman di kampus, sekolah, atau tempat kerja, justru berpandangan miring menyalah-nyalahkan perempuan yang mungkin belum mengerti manfaat berhijab atau bagaimana berhijab yang benar. Ajaklah laki-laki yang mengerti untuk ikut mendakwahkan hijab.

    Meskipun tahu yang benar, laki-laki yang abai juga akan diseret oleh perempuan untuk masuk ke dalam neraka…

    • Sepanjang laki-laki (terutama kamu penulis) tidak/ belum pernah memberikan satu lembar kain pun kepada perempuan yang belum berhijab, tidak/ belum pernah memberikan secarik kertas berisikan nasihat manfaat hijab kepada perempuan yang belum berhijab, sejuta artikel semacam ini pun untuk kaum perempuan tidak akan membuat mereka berhijab.

      Perbaikan bagi perempuan tidak akan terjadi jika laki-laki hanya bisa menyindir, mengkritik, dan menyalahkan perempuan. Perbaikan bagi perempuan jika tidak akan terjadi jika perempuan yang lain, yang keadaannya atas kehendak Allah sudah lebih baik, hanya bisa menertawakan, mencela, dan membenarkan tindakan menyindir, mengkritik, dan menyalahkan yang dilakukan laki-laki.

  4. seandainya para perempuan, khususnya muslimah memahami hakikat untuk menutupi aurat bukan untuk tersembunyi, menjadi kolot, kampungan dsb. tapi justru dengan menutup aurot, akan melindungi mereka dan memuliakan mereka sebagai ciptaan Allah yang memang pantas dimuliakan.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s