Gelar Tertinggi

Menurut artikel yang saya baca, penulisan nama ditambah gelar pada undangan pernikahan itu sangatlah tidak tepat. Penulisan gelar hanya diperuntukkan dalam bidang akademisi dan profesi. Di luar itu tidak diperkenankan.

Gelar yang saya maksud seperti ST, MT, dr, Dr, Prof, atau gelar akademik lainnya. Bukankah sering kita jumpai kedua mempelai menambahkan gelar di undangan pernikahan mereka. Sayangnya, menurut artikel tersebut, penulisan gelar dalam undangan yang seharusnya membawa kesan wibawa pada mempelai, malah kelihatan norak.

Saya sendiri mempunyai gelar ST (sarjana tukang). Dulu ketika awal-awal wisuda, girangnya bukan main karena resmi di belakang nama saya menempel sebuah gelar. Lambat laun saya mulai tidak peduli dengan gelar tersebut. Saya baru sadar kalau punya gelar, ketika absensi kerja, yang berisi nama lengkap beserta gelar.

Gelar tinggal lah gelar. Saya tidak mempedulikannya karena gelar itu tidak mempunyai arti jika ilmu kita miliki belum mumpuni. Celakanya, ketika berhadapan dengan dunia kerja, saya sadar ilmu yang miliki belum lah cukup. Tapi sudah kadung diluluskan oleh dosen saya, maka saya perlu belajar, belajar terus dan belajar lagi. Menyesal saya, dulu masih banyak mainnya ketimbang aktif di organisasi atau ikut seminar-seminar bergensi (tentu yang gratis).

Ada mimpi yang ingin saya wujudkan sebelum mati. Saya ingin memperoleh gelar Doktor (Dr). Gelar doktor beneran, bukan gelar The Doctor seperti milik Valentino Rossi. Saya terinspirasi dari Dr Ibrahim Elfiky, penulis dan motivator internasional. Tidak mudah bagi Dr Ibrahim untuk mendapat gelar Dr nya, tapi pada akhirnya beliau bisa. Jika beliau bisa, dengan amat sangat susah payah mendapatkannya, saya kira saya juga bisa.

Kalaupun tidak mendapat gelar Dr, saya harap pemikiran yang saya miliki selevel doktor!

Tidak banyak orang yang mempunyai gelar setingkat Doktor apalagi Profesor. Karena untuk mendapat gelar tersebut, akan menguras tenaga, waktu dan pikiran. Untuk mendapat gelar sarjana saja, saya sudah megap-megap apalagi gelar yang diatas lebih dari itu. Faktor dana (uang) juga penting, walau bisa dikesampingkan karena banyaknya beasiswa berseliweran dan dana bantuan untuk penelitian.

Memang benar, hanya sedikit orang yang memiliki gelar setingkat doktor apalagi profesor. Tapi, menurut saya, gelar tertinggi bukanlah gelar profesor. Ada gelar lebih tinggi dari itu dan semua orang pasti akan mendapatkannya. Suka atau tidak suka. Mau atau tidak. Gelar itu tertulis, “Alm”. []peta

13 thoughts on “Gelar Tertinggi

  1. Dipikir-pikir bener juga sih. Di undangan pernikahan ga perlu gelar, sama kayak di spanduk caleg *bagi saya sih hehe.
    Gelar tertinggi bagi saya itu ‘Kakak’… saya suka banget dipanggil Kakak hehe, rasanya dituakan gimana gitu

    • Almarhum itu yg dirahmati Allah SWT, tpi khusus utk seorg muslim yg udah meninggal.. emang bgus tpi ada waktunya nanti utk mendapat gelar itu

  2. Banyak juga loh orang2nya yang udah haji dan pengen banget ditulis gelar nya, entah itu di undangan atau ketika dipanggil saat ada acara2. Gelar haji harus selalu ada. Hehehe contoh aja sih, soalnya tetangga saya begitu.

    • Klo gelar haji gk tw deh, yg saya mksud gelar akademisi..klo gelar ‘kemasyarakatan’ beda lagi ceritanya..😐

  3. Gelar tertingginya menohok sekali mas.

    Artikel darimana itu mas? Sebenarnya tergantung masing2. Kalau di Indonesia mungkin sudah biasa, dan tentu sebagian orang bangga punya tambahan gelar di namanya, berasa gak sia-sia gitu udah kuliah susah2. Apalagi ditaruh pas diundangan nikahan.🙂

    • artikel mana y, baca blog orang.. ya kembali ke masing2 orangnya sih, cuman saya sepakat klo utk gelar tdk perlu ada d undangan.. *cambuk bwt diri sendiri nih, entar klo ngasih undangan :)*

  4. Saya malah lupa kalo saya punya gelar, haha. Mungkin karena saya lebih suka nulis cukup dgn nama saya saja. Jadi rasanya aneh kalo dikasih intil-intilan yang lain. Pun dengan kata ‘haji’ atau ‘hajjah’ juga sebenarnya, heu

    • Ternyata tdk hanya sya yg ‘lupa’ dg gelarnya😐
      Boleh lupa dg gelarnya, tpi jgn dg tanggung jawab gelarnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s