Komunitas #NulisAja

Sepertinya mulai menjamur komunitas-komunitas baru dalam masyarakat. Misalkan saja komunitas lari, backpaker, sepeda ontel, sepeda motor racing, blogger, kaskuser, dan masih banyak lagi lainnya. Komunitas yang lebih ‘serius’ misal seperti Indonesia Mengajar yaitu sebuah lembaga nirlaba yang merekrut, melatih, dan mengirim generasi muda terbaik bangsa ke berbagai daerah di Indonesia, penggagasnya Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina). Atau ada pula Indonesia Menyala sebuah gerakan buku dan perpustakaan yang diiniasikan oleh gerakan Indonesia Mengajar.

Saya jadi kepikiran juga untuk membuat sebuah komunitas. Anda tahu, komunitas yang ada benak saya adalah komunitas kepenulisan. Memangnya saya penulis? Lha bukannya kita semua adalah ‘penulis’, kita juga seorang pemasak atau pembicara. Bedanya saya dengan penulis yang sebenarnya adalah kalau saya menulis sekedar membuang hajat yang ada di kepala saya, sedangkan seorang penulis menjadikan menulis untuk mencari nafkah, makanya disebut penulis.

Seringkali saya membaca tulisan di sebuah blog, menurut saya tulisan tersebut sangat brilian, dan seharusnya tulisan seperti itu perlu dibaca oleh orang banyak karena memuat nilai-nilai positif di dalamnya. Sayang saya lihat tidak banyak komentar atau apresiasi yang masuk untuk tulisan tersebut, saya lihat yang meng-share tulisan tersebut juga tidak ada. Dengan adanya komunitas kepenulisan ini, saya kira bisa saling bantu sharing, koreksi atau saran untuk meningkatkan kualitas tulisan para anggotanya.

Keinginan membentuk komunitas kepenulisan ini juga dilatar belakangi pernah ada teman saya yang menulis tapi tidak dia publikasikan karena menurutnya tulisannya tidak terlalu bagus untuk dibagikan. Menurut saya sebenarnya tidak ada tulisan yang jelek, yang ada adalah tulisan yang tidak sesuai fakta sebenarnya dan tulisan yang kesimpulannya terlalu menyimpang jauh.

Dengan masuk dalam komunitas kepenulisan ini, anda jangan takut tulisan anda tidak terima. Justru anda akan mendapat masukan, komentar, atau setidaknya like jempol dari para anggota lainnya. Tidak peduli latar belakang background pemikiran anda, mau kiri, kanan, tengah menengah, malah dengan beragamnya pemikiran yang dimiliki tiap tulisan membuat komunitas ini lebih berwarna, atau paling tidak menjadi belang karena belang lebih enak!

Komunitas kepenulisan ini saya beri nama Komunitas #NulisAja, dengan trademark-nya ‘Menulis Apa Saja!” Tulislah apa yang anda ingin tulis, tulis apa yang sedang anda pikirkan atau gelisahkan karena tulisan yang berasal dari pikiran yang mendalam akan membuat orang yang membacanya ikut berpikir. Kemudian tag dan sebarkan. Dengan begini mudah-mudahan membuat orang lain ikut untuk gemar menulis. Anda berminat ikut bergabung? [] #NulisAja

UPDATE :

Hmm aktivitas utama Komunitas #NulisAja ini setidaknya Tulis, Tag, dan Share :
1. Tulis. tiap anggota membuat suatu tulisan, tulisannya bisa berupa analisa, prosa, puisi, review, pokoknya menulis apa saja. kecuali yg “itu”.
2. Tag. setelah tulisan dibuat, tulisan di-category-kan atau di-tag dengan “#NulisAja”. weblog seperti wordpress, bloggoer, tumblr, sudah mempunyai fasilitas category atau tag tersebut. Di luar itu, misal nulis notes facebook atau kompasiana, dimohon menambahkan keterangan “#NulisAja” di akhir tulisannya.
3. Share. tulisan udah, di tag juga udah, tinggal dishare. para anggota komunitas bisa saling membantu share tulisan, baik itu di facebook, twitter, atau socmed lainnya. tidak lupa menambahkan “#NulisAja” sebagai identitas Komunitas.

Kamu menjadi anggota Komunitas ini jika bela-belain atau mau direpotkan untuk menulis, kemudian men-tag tulisan kamu dengan hastag “#NulisAja”.

Keep writing ya guys..๐Ÿ™‚

Official twit : @NulisAja_

15 thoughts on “Komunitas #NulisAja

    • hmm mekanismenya begini..
      1. Tulis. tiap anggota membuat suatu tulisan, tulisannya bisa berupa analisa, prosa, puisi, review, pokoknya menulis apa saja. kecuali yg “itu”.
      2. Tag. setelah tulisan dibuat, tulisan di-category-kan atau di-tag dengan “#NulisAja”. weblog seperti wordpress, bloggoer, tumblr, sudah mempunyai fasilitas category atau tag tersebut. Di luar itu, misal notes facebook atau kompasiana, dimohon menambahkan ket “#NulisAja” di akhir tulisannya.
      3. Share. tulisan udah, di tag juga udah, tinggal dishare. para anggota komunitas bisa saling membantu share tulisan, baik itu di facebook, twitter, atau socmed lainnya. tidak lupa menambahkan ket “#NulisAja” sebagai identitas Komunitas.

      nah kira2 itu yg saya pikirkan. ayo mbak aftina ikut nimbrung, tambah keren nih klo ada mbk’e..๐Ÿ™‚

      • hmm contohnya kayak tulisan sya diatas ini mbak. setelah saya posting, saya tag ke “#NulisAja”, biasanya kan sya masukin ke “Just Write”, “pemikiran”, atau “sastra”. dg adanya tag bisa lebih mudah mengidentifikasi aktivitas komunitas. mirip kayak klo kita lihat tulisan blog yg kita follow, bedanya ini kita cuman melihat tulisan yg di tag “#NulisAja”.

        intine yo pokok’e nulis mbak.. atau smpeyan ada saran..๐Ÿ˜€

  1. setuju. aku juga pingin bikin komunitas penulis. biar bisa saling belajar, curhat, diskusi, tanya pendapat tulisan dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s