Jangan (anti) Golput

Detik-detik menjelang pemilu legislatif pada tanggal 9 April besok dan Presiden pada 9 Juli nanti. Sedangkan semenjak tanggal 6 April, telah memasuki hari tenang artinya para partai politik (parpol) peserta pemilu tidak diperkenankan untuk melakukan tindak kampanye dalam bentuk apapun mulai dari menyebar brosur, menempel poster, mengibarkan bendera, memasang spanduk, atau tampil di TV baik sebagai pemain sinetron dadakan maupun menebar janji manis di tayangan iklan.

Akhirnya kita bisa sedikit bernafas lega, setelah sebulan terakhir ini disesakkan oleh persaingan sengit antar partai dan para caleg. Misalkan saja, semrawutnya poster caleg yang mudah kita temui di perempatan jalan, di kuburan, pohon yang rindang, atau tiang listrik, hampir tidak ada yang tidak tertempel poster caleg, dan jaraknya pun sangat rapat, entah dalam radius 10 langkah kaki sudah berapa poster caleg yang bisa anda dapat. Meski memasuki hari tenang, harap maklum jika anda masih berpapasan dengan atribut kampanye, kalau tidak bandel bukan caleg namanya.

Tenang di dunia nyata belum tentu tenang di dunia maya. Jelas sekali hal yang diributkan adalah tentang partisipasi masyarakat dalam pemilu alis masalah golput. Padahal pemilu belum berlangsung, para parpol itu sudah khawatir angka goplut akan tinggi. Saya ingin katakan begini, belum apa-apa anda sudah cemas dengan golput. Jika partai anda partai bersih, partai anda berpeluang besar dipilih oleh rakyat. Malah anda harus yakin, bisa jadi partai andalah pemenang pemilu.

Jika dipetakan, setidaknya ada tiga faktor seseorang memilih menjadi  golput yaitu karena faktor teknis, apatis, dan ideologis. Faktor teknis lebih disebabkan oleh kendala teknis di lapangan, misal jarak tempat tinggal pemilih jauh dari TPS, pemilih masih direpotkan dengan pekerjaan, atau belum tercatat sebagai pemilih. Saya kira pemerintah sudah berupaya meminimalisir kendala teknis ini, sudah ada kebijakan cuti bersama ketika pemilu, adanya surat edaran tentang surat pindah sehingga pemilih tersebut masih dapat memilih walau tidak berada di tempat asalnya.

Sedangkan faktor apatis, seperti namanya, memang lebih kepada apatisme dari para pemilih itu sendiri, acuh tidak acuhnya masyarakat terhadap pemilu. Hal ini bisa teratasi jika para caleg memang mempunyai kapabilitas serta kredibilitas untuk menjadi wakil rakyat sehingga rakyat tidak ragu untuk memilihnya.

Sedikit lebih sulit mengatasi faktor ideologis. Bagaimana anda mengatasi mereka yang mempunyai dasar pemikiran bahwa pemilu hanya menghasilkan para koruptor baru, atau pemilu sekedar mengganti presiden tapi tidak dengan sistemnya yang bobrok.


Solusi mengatasi golput ideologis ini tidak bisa tidak dengan melakukan diskusi langsung sehingga mereka paham bahwa pemilu merupakan jalan untuk melakukan perubahan. Tentu akan menguras tenaga dan pikiran untuk meladeni mereka satu per satu. Karena itu, daripada mengurusi golput idelogis ini akan lebih efektif untuk mengatasi yang faktor teknis dan apatis. Coba bayangkan lebih banyak mana para pemilih golput, apa karena faktor ideologis atau karena teknis apatis?

Cukup membingungkan saya ketika anda menyebut bahwa anda ini anti demokrasi tapi memilih untuk ikut dalam proses demokrasi yaitu ikut dalam politik praktis. “Demokrasi adalah tunggangan untuk menghancurkan demokrasi itu sendiri,” kata anda. Kalau hanya itu, anda tidak usah repot-repot ikut pemilu. Bisa jadi golput menjadi alat supaya demokrasi menggali kuburannya sendiri. Memangnya bisa apa demokrasi jika banyak yang mulai tidak memilihnya. []

4 thoughts on “Jangan (anti) Golput

  1. berjuang untuk islam di luar jalur demokrasi, di luar parlemen dan pemilu. itulah jalanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s