Masbuker

Ada-ada saja yang dapat mengganggu kekhusyukan shalat kita, mulai bunyi HP, anak kecil yang berseliweran, bau rokok makmum di samping, dan kejadian yang baru menimpa saya, makmum sebelah menguap. Menguapnya tidak satu dua kali, tapi berkali kali tiap gerakan shalat makmum itu menguap. Jujur saja, saya merasa terganggu!

Kejadiannya pas saya shalat magrib. Meski saya masbuk tapi saya mendapat shaf pertama. Ya, di masjid ini anda tidak perlu datang awal untuk mendapat shaf pertama, terlambat pun masih dapat, karena jamaahnya di komplek perumahan ini memang segitu. Makmum sebelah saya, si penguap, juga termasuk makmum yang masbuk. Mungkin ini teguran dari Allah SWT. Seseorang berkelompok dengan orang senilai dengannya. Pemabuk ngumpul dengan pemabuk, maling ngumpulnya dengan para pemaling bukan dengan orang alim, termasuk juga masbuk ngumpulnya dengan para masbuker. Apesnya, sudah masbuk nguapan lagi!

Saya tidak mengenal orang itu, si penguap tadi, saya juga tidak tahu apa saja aktivitasnya selama seharian ini sehingga jam magrib dia sudah terlihat ngantuk. Hanya saja, sengantuk apa seseorang itu apabila bersentuhan dengan air, bukankah membuat dia terjaga. Bukankah si penguap, sebelum shalat magrib terlebih dahulu mengambil wudhu, tidakkah itu cukup untuk membuatnya terjaga.

Sayangnya air wudhu belum cukup untuk mengusir rasa kantuk si penguap. Rasa kantuknya lebih besar sehingga membentuk benteng yang kokoh untuk menghalau rasa terjaga. Ini menjadi pelajaran untuk saya, jika mau shalat pastikan rasa kantuk kamu menjadi makmum di belakang alam kesadaran. Bukan kantuk yang menjadi imam. Cara yang saya pikirkan yaitu membuat rambut saya benar-benar basah, jadi tidak sekedar membasahi rambut. Biarlah orang lain berpikir, “ini mau wudhu apa mau keramas?”

Sehabis shalat magrib, jika si penguap tadi menguap lagi saya berniat menegurnya dan menyuruhnya untuk cuci muka atau ‘keramas’ seperti yang saya pikirkan tadi. Cuman, setelah menunggu satu menit dua menit dan seterusnya, si penguap tidak menguap lagi. Oalah, ternyata dengan mendirikan shalat tidak hanya dapat menghindari dari perbuatan keji dan mungkar tapi juga menghilangkan kantuk! []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s