Bermimpi Rasulullah

Tulisan ini tidak bermaksud untuk menceritakan pengalaman saya bermimpi bertemu dengan Rasulullah Muhammad SAW, apa yang mau diceritakan toh saya juga tidak pernah bermimpi bertemu dengan Rasulullah. Hanya saja saya tahu seseorang yang mempunyai pengalaman bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW yaitu Wirda, putri sulung Ust. Yusuf Mansyur.

Pengalaman Wirda bermimpi Rasulullah SAW. itu saya tonton di youtube. Kronologisnya, putri Ust. Yusuf Mansyur ini sebelumnya berujar bahwa menghafal Al Qur’an itu susah, kemudian ketika tidur Wirda bermimpi didatangai oleh dua orang. Diantara orang tersebut menyebut dirinya sebagai Abubakar ra. dan seorangnya lagi bertanya kepada Wirda, “kenapa kamu bilang menghafal Al Qur’an itu susah, padahal itu mudah!” Orang yang bertanya itu menyebut bahwa dirinya Nabi Muhammad SAW.

Wirda tidak melanjutkan ceritanya, tertahan oleh air matanya yang bercucuran seperti halnya Ust. Yusuf Mansyur yang berada di samping. Entahlah, air mata Ust. Yusuf Mansyur itu menandakan kebanggaan beliau terhadap putrinya atau tanda ‘iri’ beliau, seumur-umur menjadi seorang ustadz, Ust. Yusuf Mansyur belum pernah bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW.

Pertama kali menonton video tersebut, saya ikut terenyuh. Saya memang mudah tersentuh apalagi berkaitan dengan Kekasih Allah SWT itu. Air mata saya menetes ketika membaca kisah Rasulullah dan pengemis Yahudi Buta.

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”. Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat.

Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar ra. mengetahui kebiasaan Rasulullah SAW membawakan makanan kepada pengemis Yahudi buta. Suatu hari Abubakar ra. mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya.

Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “siapakah kamu ?”Abubakar ra. menjawab, “aku orang yang biasa”. “Bukan! engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu. “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.”

Abubakar ra. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.”

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar ra. ia pun menangis dan kemudian berkata, “benarkah demikian? selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.” Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar ra.

Kisah yang tidak kalah haru birunya, ketika detik-detik wafatnya Rasulullah Muhammad. Ketika menjelang saat-saat terakhir, hal yang diucapkan oleh Rasulullah SAW, “ummati.. ummati..” Rasulullah sangat mencintai umatnya, entahlah kini umatnya itu pantas apa tidak menerima cinta Rasulullah melihat kelakuannya seperti itu.

Siapa yang tidak iri kepada Wirda yang bisa bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW, termasuk saya. Jika ingin bertemu dengan Rasulullah, hal pasti yang harus dilakukan adalah menjadi penduduk surga. Hanya saja sampai detik ini saya tidak bisa memastikan apakah saya termasuk penghuni surga apa bukan. Karena itu, jika Allah SWT mengizinkan, sebuah pengalaman spiritual yang luar biasa jika bisa bertemu dengan Rasulullah walau sekedar dalam mimpi. Toh nanti jika saya dijebloskan ke neraka, setidaknya saya bisa berbangga diri diantara penduduk neraka, “meski saya dalam posisi sama seperti kalian, tapi setidaknya saya pernah bertemu dengan Rasulullah.” []peta

5 thoughts on “Bermimpi Rasulullah

  1. Subhanallah, kisah Rasulullah dan pengemis Yahudi buta adalah satu dari sekian kisah yang membuat saya terenyuh… Alhamdulillah, pengalaman spiritual bertemu Rasulullah saya alami ketika menginjak usia 30an saat ibadah sedikit menanjak. Subhanallah, hingga saat ini saya masih merasakan harum tubuhnya dan wajahnya yang bercahaya serta betis kakinya yang putih….

      • Allahumma salli ala sayyidina muhammad….
        Subhanallah saya juga sendiri bingung ketika itu, setelah konsultasi dengan ibu baru saya yakin dan percaya bahwa insyaallah belia adalah Rasulullah…

        Insyaallah saya akan tulis nanti kang…
        Terlalu dalam dan bingung mulai ceritanya dari mana..😀

  2. :”( Iri sekali bisa bermimpi bertemu Rasulullah saw…. tp mungkin saya masih jauh dari itu *hiks hanya bermimpi bisa bermimpi bertemu Nabi SAW…

    Kisah Rasulullah saw dan Yahudi buta itu hampir selalu membuat mata saya berkaca dan merinding. Shallu ‘alaika ya Rasulullah SAW…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s