Tahun Politik, Asyik!

Pekaes.. pekaes.. pe..ka..es..” Suara beralunan dangdut itu baru saja aku dengar dari kotak televisi yang berukuran 14 inch. Sebuah iklan dari salah satu partai politik, meski sebentar hanya beberapa detik saja, aku tahu butuh dana yang tidak sedikit untuk bisa beriklan di stasiun televisi. Tujuannya jelas, seperti partai lainnya, yaitu meningkatkan elektabilitas partai.

Waktu itu kami sedang warung kopi. Jam disana menunjukkan jam sembilan malam, waktu saat lampu-lampu di langit sudah dipadamkan, menyisakan bintang-bintang yang berkelap kelip tidak begitu terang, mungkin kurang pasokan dari PLN. Ketika tidak ada hal yang bisa dikerjakan, Bhumi sering mengajakku ke tempat ini. Katanya untuk membunuh waktu, padahal aku pernah bilang padanya jika kau menyia-nyiakan waktu, malah engkau yang dibunuh sang waktu.

“Pet, kau liat iklan tadi,” katanya, “Berkampanye melalui iklan di televisi itu sah-sah saja dan hal yang biasa. Kau ingin tahu yang tidak biasa?” tanyanya padaku.

“Kampanye yang tidak biasa, aku tidak paham maksudmu?” aku balik bertanya.

“Ya tidak biasa. Nanti coba kau lihat sinetron di stasiun televisi itu.” Tangan Bhumi menunjuk ke arah televisi, tepatnya pada logo Rajawali berwarna biru pada layar kaca televisi. “Engkau akan menjumpai, capres dan cawapres yang kebetulan pemilik stasiun televisi itu tiba-tiba nongol ikut bagian dalam skenario sinetron.”

Wat de fak.” Bhumi tertawa mendengar reaksiku. Entahlah dia tertawa atas bahasa Inggrisku yang berpaduan antara Sunda-Jawa-Madura, atau kelakuan para capres tersebut. Aku tidak habis pikir mereka akan melakukannya, kampanye di dalam serial sinetron, entah hal gila apa lagi yang akan mereka lakukan.

Tahun 2014 adalah tahun politik, pada April mendatang negeri ini akan melakukan pemilihan umum untuk memilih pejabat legislatif baru dan tentu saja Presiden yang baru. Aku tanyakan hal ini kepada Bhumi, bagaimana pendapatnya tentang partai politik peserta pemilu.

“Mi, apa kamu pikirkan tentang parpol yang ada di iklan tadi?” tanyaku.

“Tidak banyak yang aku ketahui tentang mereka. Aku kira mereka adalah partai dakwah, tapi mereka menyebut mereka sendiri sebagai partai terbuka. Ya, aku akan menyebut mereka sebagai partai nasionalis religius,” jawab Bhumi.

“Partai nasionalis religius?” aku bertanya lagi kepadanya dengan nada keberatan, “Bukankah mereka partai Islam seperti halnya PKB, PPP, PAN, PBB.”

“Tidak, tidak. Partai-partai itu bukan partai Islam. Kamu bisa memastikan itu dengan menanyakan hal ini langsung kepada petinggi partai mereka, apakah benar partai mereka berbasis Islam, kalau partai Islami menurutku iya.” Bhumi berhenti, mengambil nafas. “Pet, kau tahu, tujuan tertinggi sebuah partai Islam adalah menjadikan landasan kehidupan berbangsa dan bernegara ini berdasar akidah Islam, artinya masyarakat diatur dengan aturan yang bersumber dari Allah SWT yaitu syariat Islam. Aku rasa semua parpol yang ada sekarang tidak akan mengambil langkah sejauh itu.”

Aku diam, berusaha mencerna apa yang dikatakan Bhumi tadi. “Partai Islam dan partai yang Islami, memang apa bedanya?” batinku.

“Haha. Kamu mengerti maksudku kan Pet. Engkau tidak perlu menjadi orang pintar untuk memahami perpolitikan di negeri ini.”

“Sebentar Mi. Justru hal yang susah aku pahami di dunia adalah politik. Dalam dunia politik, lawan bisa menjadi kawan dan kawan menjadi lawan, orang suci melakukan korupsi, dan koruptor bisa menjadi pahlawan karena membocorkan kasus korupsi lainnya.”

Bhumi kembali tertawa, atau dia tertawa dalam nelangsa. Tahun 2014 adalah tahun yang panas, dipanaskan oleh persaingan antar parpol, capres, dan capres yang bergelanggang meraih kursi kekuasaan. Kita sebagai rakyat bisa memilih ikut ruwet melihat tingkah laku mereka, atau memilih tertawa gembira karena dari carut marutnya perpolitikan di negeri ini, kita masih dapat ketiban rezeki. Kapan lagi rakyat mendapat kaos gratis, stiker, konser dangdut, minimal pada tanggal 9 April nanti kita dapat hari libur. Bagiku, tahun 2014 akan menjadi tahun yang menjengkelkan, kamu tahu, akan banyak poster caleg bertebaran dimana-mana! []

4 thoughts on “Tahun Politik, Asyik!

  1. Ah menarik dan kompleks😀 memang sudah ilmu pasti siapa berkuasa pasti menguasa, ketika sudah memiliki Tv sendiri berkali kali muncul pun tidak terlihat bermasalah jika itu mendahului masa kampanye😀 tapi itulah strategi dan siapa yang bergerak ia memiliki tujuan yang hendak dicapai termasuk iklan diatas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s