Ritual Pulang

Kebetulan hari jumat tepat tanggal merah, semerah perayaan hari raya Imlek yang jatuh tanggal 31 Januari kemarin. Saya termasuk satu diantara jutaan warga Tionghoa di seluruh dunia yang ikut berbahagia, bukan karena ikut merayakan Imlek, lagipula saya bukan warga keturunan Tionghoa mata saya pun tidak sipit, tapi saya ikut senang dikarenakan hari jumat libur otomatis saya punya tiga hari kosong untuk saya habiskan di kampung halaman.

Sudah lama rasanya tidak pulang, terakhir tahun lalu saya pulang (yee ini juga baru ganti tahun). Alhamdulillah kedua orang tua saya masih diberi kesehatan oleh Allah SWT, cuman kata Ummi, Abah kemarin sakit. Mungkin tahu anaknya mau pulang, Abah saya mendadak sembuh. Ya, kadang penyakit orang tua bisa sembuh dengan kehadiran anaknya.

Tidak banyak perubahan pada diri orang tua saya, kecuali rambut Abah yang loading ke-uban-annya hampir mencapai 100%, sedangkan Ummi masih tampak segar seperti biasanya. Saya tahu rahasia kesegaran Ummi saya itu, bangun sebelum azhan subuh. Berbeda dengan dengan Abah yang baru bangun ketika subuh, dan celakanya itu menular ke diri saya!

Ketika pulang ke rumah, tentu hal yang ditunggu-tunggu adalah makan bersama keluarga. Bagi para mahasiswa, katanya momen makan bersama adalah ritual perbaikan gizi. Bagi saya, makan bersama keluarga adalah ritual balas dendam. Itu karena selama merantau, saya makan sendirian. Tidak mungkin juga ibu warteg sudi menemani saya makan, ibu warteg sudah tahu modus yang biasa dilakukan oleh pelanggannya, makin dekat pelanggan dengan ibu warteg makin mudah untuk dihutangi. Balas dendam saya pun terlunaskan dengan bisa makan bersama keluarga.

Walau lauk pauk sekedarnya, tahu tempe dan tidak lupa sambal, itu sudah lebih dari cukup bagi keluarga kami. Abah yang paling menikmati hidangan tersebut. Saya masih ingat dulu Abah pernah berujar, “walau makannya cuman nasi dan ditemani sambal, bagi Abah itu sudah cukup nak!”

Saya juga menikmati walau makan hanya berlauk tahu tempe. Selama merantau, anda tahu, tahu tempe adalah menu yang biasa saya makan tiap harinya. Saya bukan sedang melakukan ritual pesugihan dimana makan tahu tempe menjadi syarat supaya saya cepat kaya. Tidak, tidak, tapi memang anggaran bulanan saya yang terbatas tas.

Dulu sebelum merantau saya pernah mengeluh karena hampir tiap hari makannya berlauk tempe. Sekarang saya memahami, ibu mana yang tidak ingin memasak masakan yang lezat untuk anaknya, hanya saja anggaran terbatas yang membatasi keinginan mulia tersebut. Saya menyesal pernah mengeluh karena saya sudah merasakan sendiri, lebih baik makan walau berlauk tahu tempe daripada tidak makan sama sekali!

Jika Allah SWT mentakdirkan saya menjadi orang kaya. Salah satu keinginan saya adalah membayar seorang koki atau juru masak untuk memasakkan masakan yang enak-enak untuk kedua orang tua saya. Cuman keinginan tersebut pasti ditentang oleh Abah saya. Beliau pasti berujar, “Gak mau, gak ada masakan seenak masakan Ummi mu!”. []peta

9 thoughts on “Ritual Pulang

  1. Kekekeke, dimana-mana masakan ibu emang gak ada yg menandingi, bahkan koki yg paling jago sekalipun. Hmmm, liburan memang paling enak kumpul-kumpul sama keluarga, libur imlek kemarin saya juga pulang kampung๐Ÿ™‚

  2. Jadi pengen pulang…
    Tempe disini itu makanan mewah dan jarang ditemui, tahu pun disini tak seenak di Bandung, jd pulang ke rumah emak itu sama juga buat teteh, makan masakan emak, meski sederhana, rasanyaaa nikmaaat sekali.
    Pagi-pagi saarapan tahu goreng cocol sambel kecap hhhmmm

    Semoga Allah SWT melimpahkan kesehatan untuk orang tua kita semua..aamiin.

  3. bisa jadi tempe goreng, sayur bening, dan sambel terasi bikinan Emak di rumah lebih nikmat dari pada masakan koki2 restoran mahal.
    Selalu ada alasan untuk pulang,๐Ÿ™‚

  4. ahahah..
    Trnyata sy ngg sendiri.๐Ÿ™‚
    Smoga keadaan yg demikian membuat kita makin bersyukur atas hadirnya masakan ibu dlm kepulangan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s