Nikmat Maksiat

Menari di kubangan dosa
Mengapa engkau bangga
Jauh dari pintu surga
Dekat api neraka.

Teman mainmu maksiat
Katamu enak, nikmat
Nyatanya terlaknat.

Setan bukanlah teman
Setan sebuah ancaman
Tiap detik siap menahan,
Hamba pinta pada Tuhan.

Jika datang azab
Penyesalan akan terlambat.

*tobatlah*

8 thoughts on “Nikmat Maksiat

  1. Baik bukan pulih
    Hitam bukan putih
    Hukum Iman bukan boleh dipilih-pilih
    Seksa neraka bukan sebentar barganti silih
    Nikmat maksiat memang tak boleh dalih
    Semoga kita semua menjadi orang yang Solih.

    Nice poem bro.🙂

  2. Terlampau banyak bencana belakangan ini menimpa Negeri, yang tak terlepas dari akumulasi seberapa besar kemaksiatan yang diperbuat penghuni nya. Mari taubat nasional😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s