Risalah Jalan

Kehidupan manusia tidak bisa lepas dengan namanya jalanan. Jalanan mengambil porsi waktu yang dimiliki oleh manusia. Mulai dari ia bisa menginjakkan kaki di tanah, belajar mengayuh sepeda, perjalanan ke sekolah sampai kuliah, berangkat kerja pulang kerja, dan berbaring di keranda, semuanya diatas di jalanan.

Jalanan bisa memusingkan kepala seorang gubernur. Macet yang tak terurai, buruknya transportasi publik, pengendara ugal-ugalan, problem yang cukup untuk membuat seorang gubernur membenturkan jidatnya ke tembok. Kalau memang dengan membenturkan jidat semua masalah teratasi, mengapa tidak!

Jalanan juga bisa memusingkan para aparat kepolisian. Kecelakaan tunggal yang terjadi, kalau bukan karena kelalaian si pengendara berarti disebabkan oleh jalanan itu sendiri. Jalanan berlubang sana sini, ada yang kecil seperti kolam ikan dan yang besar seperti penampungan ikan. Tinggal memilih jatuh dari lubang kecil tapi kepala dilindas truk, atau dari lubang besar dengan posisi kepala membentur aspal. Polisi akan sulit mengidentifikasi, penyebab kecelakaan apa oleh lubang, jalanan yang berlubang, orang yang membuat lubang, atau mereka yang membiarkan jalanan berlubang?

Jalanan bisa melatih kita untuk sabar. Sahabat karib jalanan adalah penjual koran. Penjual koran tidak akan makan sebelum koran terjual. Penjual koran mampu menahan lapar dari pagi sampai siang. Hal yang tidak bisa dilakukan oleh manusia tersandera. Tersandera oleh rasa lapar dan keinginan-keinginan, daripada menanggung lapar memilih hutang.

Jalan adalah bukti bahwa bahasa Al Qur’an bahasa lemah lembut. Al Qur’an menggunakan kata, “bukan jalan yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.” Jika Allah SWT berkehendak, Allah bisa saja mengganti ‘jalan yang dimurkai’ dengan nama umat yang menyakini tuhan itu tiga, dan ‘jalan yang sesat’ diganti dengan umat yahudi. Allah SWT tidak melakukannya karena Al Qur’an adalah keindahan, penuh kelemahlembutan yang membuat orang membacanya berhati lembut.

Dan dari jalanan seharusnya kita tidak mengenal yang namanya kegagalan. Tidak ada kegagalan, cuman belum menemukan jalan yang tepat itu saja. []

7 thoughts on “Risalah Jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s