Densus 88, Seburuk-buruk Manusia?


Lumrah apabila menonton berita kriminal tentang perampokan, pencurian, pemerkosaan, atau pembunuhan, akan ada Polisi yang menunjukkan barang bukti yang digunakan oleh pelaku untuk melakukan aksinya. Misal kasus pembunuhan, Polisi memperlihatkan senjata yang digunakan oleh pelaku untuk menghabisi nyawa korbannya. Pada kasus pemerkosaan, meski tidak menunjukkannnya secara langsung, Polisi mengkonfirmasikan kalau menemukan barang bukti berupa celana dalam korban yang terdapat bercak darah. Barang-barang tersebut nantinya digunakan untuk menjerat si pelaku dalam proses peradilan.

Jelas ‘barang bukti’ yang dimaksud dalam hal ini adalah barang yang dapat dijadikan sebagai bukti dalam suatu perkara, atau benda yang digunakan untuk meyakinkan hakim akan kesalahan terdakwa terhadap perkara pidana yang dituduhkan kepadanya. Dalam dunia kriminal barang bukti ini berbagai macam jenisnya misal pisau, pedang, celurit, pistol, granat, bom, racun, atau barang-barang berbahaya lainnya yang dapat mengancam atau menghilangkan nyawa seseorang. Cuman baru sekarang saya mengetahui bahwa Al Qur’an dijadikan barang bukti dalam tindak kejahatan, tidak main-main kejahatannya karena tergolong tindakan terorisme.

Al Qur’an yang saya baca tiap hari dan diajarkan oleh bapak saya sebelum saya mengenal huruf abjab, bahkan saya pernah di-pecut dengan lidi oleh beliau karena malas membacanya. Al Qur’an yang saya yakini sebagai penyelamat kehidupan di dunia dan di akhirat kelak. Tidak dinyana, oleh Densus 88 Al Qur’an dijadikan sebagai barang bukti tindak teroris!

Al Qur’an termasuk barang bukti yang ikut disita oleh kepolisian ketika penggrebekan tersangka teroris di Ciputat, Tangerang Selatan pada tanggal 31 Desember 2013. Selain Al Qur’an, barang bukti lainnya terdapat senjata api jenis pistol, peluru 68 butir. Entah apakah Al Qur’an sama bahayanya dengan pistol sehingga Densus 88 ikut menyitanya?

Aneh-aneh saja Densus 88 ini. Ketika penggrebekan, total waktu yang dibutuhkan oleh Densus 88 sekitar 13 jam. Tidak diketahui pasti apa yang terjadi selama 13 jam itu, antara Densus 88 yang bersenjatakan canggih dan terlatih dengan teroris yang bermodal pistol itu. Apakah terjadi saling baku tembak layaknya di film perang Saving Private Ryan?
Tidak-tidak ini bukan dunia Hollywood yang penuh rekayasa itu. Ini adalah Indonesia, anda tahu, sebuah bom rakitan bisa meledak itu sudah capaian yang luar biasa.

Hasil dari penggrebekan tidak ada terduga teroris yang ditangkap hidup-hidup, seluruhnya 6 orang tewas di tempat, sedangkan pihak Densus 88 ada satu aparat yang kakinya tertembak. Jangan tanya saya, apakah para terduga teroris itu memang benar-benar teroris atau teroris jadi-jadian? Para terduga tersebut telah wafat, jadi hanya Allah SWT dan Densus 88 sendiri yang tahu apakah mereka benar The Real Terorist!

Jika benar kelompok yang digrebeki Densus 88 tersebut adalah teroris? pertanyaan selanjutnya apakah mereka melakukan tindak teroris karena inisiatif setelah membaca Al Qur’an? Jika Al Qur’an telah dijadikan barang bukti, saya pikir dalam persepsi Densus 88 jawabannya adalah ‘iya’.

Semenjak kecil saya sudah terbiasa membaca Al Qur’an, lalu berapa orang yang telah saya penggal kepalanya setelah membaca Al Qur’an? Tidak, saya tidak pernah melakukannya. Terakhir kontak fisik yang saya lakukan, ketika kecil saya menjotos teman saya, itu pun karena saya kesal setelah sepeda saya dirusaknya, bukan karena faktor motivasi setelah membaca Al Qur’an.

Baginda Rasulullah SAW sendiri bersabda : “Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” Berkaca pada sabda Rasul SAW tersebut, maka seburuk-buruk manusia adalah orang yang tidak mau mempelajari Al Qur’an, menjadikan Al Qur’an sebagai legitimasi atas tindak hawa nafsunya, atau menganggap Al Qur’an sebagai biang terjadinya terorisme. Yah, seburuk-buruk manusia itu adalah Densus 88? []

8 thoughts on “Densus 88, Seburuk-buruk Manusia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s