Tidak Untuk Yang Tidak!


Anda pasti tidak bisa melupakan bukan, sebuah iklan yang pesannya ajakan untuk tidak melakukan tindak korupsi, tapi malah orang-orang yang muncul di iklan tersebut yang terjerat kasus korupsi bahkan sudah resmi menjadi tersangka dan mendekam di balik jeruji besi. “Katakan tidak pada korupsi!” kata mereka, tapi nyatanya korupsi.

Tidak diketahui pasti apakah ketika syuting iklan anti korupsi tersebut, orang-orang itu sudah melakukan tindak korupsi apa belum. Orang yang tidak bisa memegang omongannya sendiri, anda tahu, adalah orang tidak bisa dipercaya. Saya rasa mereka seharusnya meraih piala Oscar atas akting mereka yang tampak meyakinkan itu.

Iklan tersebut beserta orang terlibat di dalamnya adalah refleksi atas kondisi yang tengah terjadi negeri ini, tidak secara visual tapi tidak secara aktual. Korupsi misalkan, lembaga mana atau partai mana yang tidak terjerat kasus korupsi. Mulai dari bupati, gubenur, anggota dewan, ketua umum partai, bahkan Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga tertinggi negara yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman juga tidak terlepas dari kasus korupsi, tidak tanggung-tanggung pelakunya adalah ‘bos’-nya sendiri. Jika ditanya, semuanya pasti mengatakan tidak pada korupsi, tapi tidak secara aktual!

Banyak faktor mengapa mereka tidak kuasa untuk tidak melakukan hal ‘haram’. Mereka bukannya orang yang tidak berkecukupan, atau orang yang intelektualitasnya rendah sehingga ringan tangan melakukan korupsi. Justru sebaliknya, mereka adalah orang yang mapan dan mempunyai dasar pendidikan yang mumpuni.

Lalu karena apa? Saya pikir lebih pada faktor banyaknya kepentingan. Mereka punya kepentingan untuk memperkaya diri. Mereka punya kepentingan supaya partainya tetap eksis. Mereka punya kepentingan agar terpilih lagi dalam pemilu. Yah mereka punya kepentingan, apapun kepentingannya, berbagai kepentingan itu telah membutakan naluri dan meruntuhkan logika berfikirnya.

Saya bukannya malaikat, tentu saya pernah melakukan yang seharusnya tidak saya lakukan, misal melanggar aturan lalu lintas, melihat yang tidak boleh dilihat, mendengarkan terlalu banyak musik ketimbang tartil, berkhayal sesuatu yang belum pantas saya khayalkan, dan banyak lainya.

Karena itu tiap hari saya memohon ampun kepada Allah SWT supaya menghapus dosa-dosa saya. Para koruptor itu juga mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh ampunanNya. Cuma dosa saya adalah dosa individual, jika dapat ampunanNya, insha Allah selesai urusan. Sedangkan para koruptor itu, atas dosa komunal yang mereka lakukan, tidak cukup dengan ampunan dariNya tapi ampunan dari jutaaan rakyat Indonesia yang dikorupsi haknya. Waduh![]

5 thoughts on “Tidak Untuk Yang Tidak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s