Berjalan Lebih Jauh

Jika anda tidak membangun kebiasaan (habit) baik, otomatis anda membangun kebiasaan buruk. Saya misalnya, sehabis shubuh biasanya saya melanjutkan “sesuatu yang tertunda” yaitu tidur. Kebiasaan buruk memang, saya sebenarnya tidak ingin melakukannya tapi seperti yang saya bilang, jika tidak mengerjakan kebiasaan baik maka kebiasaan buruk yang akan menghampiri anda.

Anda mungkin mau mengatakan, cobalah perbanyak membaca Al Qur’an daripada tidur lagi? Saya bukannya tidak melakukannya, hanya saja realitasnya lebih banyak tidurnya daripada saya membaca Al Qur’an.

Saya merasa tertolong ketika mendengarkan duo vocal Banda Neira. Salah satu lagunya yang berjudul “Berjalan Lebih Jauh” mengandung pesan yang amat jelas untuk tidak melewatkan pagi karena pagi terlalu “berharga” untuk dilewatkan.

Bangun,

Sebab pagi terlalu berharga

Tuk kita lewati

Dengan tertidur..

Saya mengikuti saran lagu tersebut dan sepertinya menemukan apa yang berharga di pagi hari; udara yang kaya oksigen, atap langit yang berwarna jingga, burung-burung ber-cit-cit ria, dan jika anda beruntung anda bisa berpapasan dengan gadis yang sedang berolaharaga!

Tanpa kita sadari kegiatan manusia sehari-hari otomatis dikerjakan baik sadar atau tidak sadar karena kebiasaannya, baik itu kebiasaan baik atau buruk. Misalnya kebiasaan seseorang merokok yang biasa dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu, membentuk habit sebagai seorang perokok. Yang namanya kebiasaan, anda tahu, ada perasaan ‘tidak mengenakkan” ketika tidak mengerjakannya. Saya bukannya perokok tapi saya mengalami hal yang sama apabila mendengar suara adzan dan tidak segera ke masjid untuk ikut shalat berjamaah, rasa-rasanya ada yang “ngeganjel”.

Bagi anda yang mempunyai kebiasaan buruk seperti merokok – merokok saya katakan kebiasaan buruk karena uang yang anda gunakan untuk membeli rokok bisa anda gunakan untuk hal yang lebih berdayakan seperti mentraktir saya makan – anda bisa menghentikan kebiasaan tersebut dengan membentuk kebiasaan baru. Menurut para peneliti di Universitas College of London pada tahun 2009, rata-rata orang memerlukan 66 hari untuk memperoleh sebuah kebiasaan baru. Sedangkan para praktisi pengembangan diri cenderung mengatakan perlu 21 hari untuk mewujudkan sebuah kebiasaan baru.

Penelitian tersebut memberi kabar baik bahwa kebiasaan positif bisa kita bentuk. Karena itu saya ingin lebih banyak membangun kebiasaan-kebiasaan positif seperti menghafal satu ayat Al Qur’an tiap harinya, tidur lebih awal untuk bangun lebih pagi sehingga tiap pagi saya bisa menyempatkan untuk “berjalan lebih jauh”. Sedangkan kabar buruknya, yah godaannya lebih banyak untuk mengerjakan habit buruk ketimbang habit baik! []peta

3 thoughts on “Berjalan Lebih Jauh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s