One Day One Ayat

Tinggal menghitung hari untuk pergantian tahun, tahun 2014. Tidak sedikit orang akan mengatakan, “tidak terasa sudah mau tahun baru ya, kayaknya baru kemarin tahun baruan.” Oh men, jadi selama ini kemana aje!

Tahun berganti, usia pun ikut bertambah. Sebentar lagi usiaku menginjak 24 tahun. Di usiaku sekarang, aku bersyukur telah menyelesaikan studiku (baca : kuliah). Cuman kalau dipikir-pikir, aku cukup kecewa saat ini tidak banyak ‘kemampuan’ yang aku kuasai. Misal, menguasai bahasa asing semacam bahasa Inggris.

Dengan kemampuan bahasa Inggris, aku bisa mengembangkan sayap untuk tidak hanya membaca literatur-literatur pengetahuan dalam negeri tapi juga luar negeri. Hebat bukan!

Coba mulai dari 5 tahun yang lalu, satu hari aku menghafal setidaknya satu kosa kata bahasa Inggris, mungkin saat ini aku sudah mahir berbahasa Inggris.

Kebodohanku dalam berbahasa Inggris, benar-benar menjadi pelajaran buatku. Cukuplah kebodohan dalam berbahasa Inggris, tidak dengan kebodohan-kebodohan lainnya.

Banyak keterampilan yang ingin aku kuasai misalnya, berlari cepat, menulis, dan berbahasa Arab. Jika ingin menguasai keterampilan tersebut, mulai sekarang aku harus menyiapkannya!

Keterampilan untuk berlari cepat baru-baru ini aku memikirkannya. Terinspirasi dari film Forrest Gump dimana Tom Hank menjadi bintangnya. Seperti dalam adegan film tersebut, keterampilan berlari cepat dibutuhkan ketika keadaan perang. Maksudku bukan lari dari peperangan tapi menerobos pertahanan lawan. Sayang saat ini kita tidak dalam posisi berperang, setidaknya dengan berlari bisa menjaga kebugaran tubuh. Jika tiap hari (tidak tiap hari kali) aku rutin berolahraga lari, sapa tahu lariku bisa setangguh pelari Jamaica, Usain Bolt. Iya sapa tahu..

Menjadi penulis handal adalah proyek yang saat ini tengah aku kerjakan. Menulis di blog merupakan salah satu cara untuk melatih keterampilan menulisku ini. Aku tidak tahu seberapa jauh aku berkembang, tapi jika tiap hari aku berlatih menulis aku rasa suatu saat tulisanku bisa se-mbeling tulisan Emha Ainun Nadjib, atau se-sastra tulisan AS Laksana.

Sedangkan mahir berbahasa arab mau tidak mau harus dipunyai oleh orang yang mengaku orang Islam. Minimal dia tahu bacaan Shalat yang berbahasa Arab. Tapi aku ingin lebih dari itu, kalau perlu menjadi penghafal Al Qur’an (memang perlu sih!). Jika mulai hari ini aku menghafal satu ayat, one day one ayat, aku memprediksikan saat umurku menginjak 60 tahun, aku sudah hafal Al Qur’an. Apa tidak terlalu tua, nanti keburu meninggal? Tidak apa-apa karena kemampuan berbahasa Arabku memang aku peruntukkan nanti di surgaNya. InsyaAllah. []peta

8 thoughts on “One Day One Ayat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s