Referensi Hidup!

Di waktu senggang (jika saya punya waktu segang), paling saya baca buku atau nonton film. Bagi kamu mengeluh tidak punya banyak waktu senggang, cobalah untuk tidak menonton TV. Waktu ketika tidak menonton TV, itu waktu senggangmu dan berhasil pada saya (nyatanya saya memang tidak punya TV).

Saya berusaha untuk tidak asal nonton film atau membaca buku. Eman waktu kita terbuang 2 jam ‘percuma’ karena menonton film yang membuat kita berkomentar, “kog ceritanya begini!” Untuk itu sebelum menonton, saya membaca review tentang film yang saya tonton. Jika banyak yang merekomendasikan, maka tunggu apa lagi!

Untuk film, kamu bisa membuka “Internet Movie Database (IMDb)”. IMDb adalah salah satu situs yang paling besar dan paling lengkap untuk segala hal yang berhubungan dengan film dan produksi film. Disana kamu bisa membaca komentar orang yang telah menonton sebuah film. Kamu juga bisa melihat rating film yang ingin kamu tonton. Jika mempunyai rating minimal 7.5 dari rating 10, film tersebut sudah layak ditonton.

Sedangkan untuk buku, kamu bisa membuka situs “Goodreads” sebagai referensi tentang buku jika kamu hendak membeli buku. Goodreads merupakan situs jaringan sosial yang mengkhususkan pada katalogisasi buku. Bagi maniak buku, saya rasa kamu pasti tahu tentang situs ini. Untuk rating, jika sebuah buku mempunyai rating 4.0 dari daring 5, buku tersebut sangat amat layak untuk anda baca. Pernah saya membaca buku dan menurut saya bukunya sangat bagus, apalagi penulisnya sangat terkenal di dalam dan di luar negeri, ternyata untuk buku yang satu itu ratingnya di bawah 4!

Tidak selalu referensi tentang film atau buku yang kita baca itu tepat. Menurut referensi, film yang satu ini sangat direkomendasikan untuk ditonton apalagi mendapat penghargaan piala Oscar. Setelah menonton sendiri, menurut saya tidak ada yang istimewa dengan film tersebut.

Penting bagi kita untuk mengerjakan segala sesuatu, sebelumnya kita mempunyai referensinya atau dalam bahasa agama adalah mempunyai ‘ilmu’. Apalagi terkait ibadah karena hukum asal ibadah adalah haram kecuali ada dalil yang menerangkannya. Jika referensi kita tidak benar atau meragukan, bisa jadi langkah kita ikut salah!

Saya membayangkan bagaimana jika selama menjalani kehidupan ini, ternyata referensi saya pakai adalah referensi yang salah atau diragukan kebenarannya? Ah sebenarnya keraguan saya itu tidak ada dasarnya, jelas-jelas Al Qur’an menyebut “Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”

Sayang referensi yang pasti kebenarannya ini dilaksanakan sebatas ritual ibadah belaka, belum menyentuh aspek sosial, politik, pendidikan, ekonomi, atau pemerintahan. Pantesan kehidupan sosial masyarakat kita awut-awutan! []peta

4 thoughts on “Referensi Hidup!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s