Menjadi Sherlock Holmes

Genap satu minggu ini tidak ada satu pun tulisan yang aku tulis. Sepertinya aku sedang mengidap penyakit yang mungkin sering dialami juga oleh penulis lainnya yaitu malas nulis. Bukan penyakit yang kronis, cuman cukup mengganggu aktivitas lainnya karena kepikiran terus jika belum menghasilkan sebuah tulisan. Obatnya sebenarnya mudah didapat. Obat untuk penyakit malas menulis, ya mulai menulis itu saja.

Minggu ini sebenarnya aku tidak benar-benar ‘nganggur’. Sambil menunggu inspirasi yang lewat, aku membaca buku siapa tahu ada ide yang nyantol. Benar ada inspirasi yang bisa aku terawang, sayang seperti kataku tadi inspirasi tersebut sekedar lewat sebelum aku mengkonversikannya dalam bentuk tulisan. Lain kali, jangan menunggu inspirasi yang lewat tapi niatkan untuk menangkapnya dan menggebukinya supaya mau jadi sebuah tulisan!

Terkait buku yang aku baca, aku benar-benar merasa beruntung membacanya. Sebuah karya fenomenal, tidak salah jika jutaan orang di dunia mengagumi karya tersebut bahkan telah dibuatkan film layar lebarnya. Buku tersebut ditulis Sir Arthur Conan Doyle dengan karyanya “Sherlock Holmes”.

Saya rasa tidak ada orang yang tidak pernah mendengar nama “Sherlock Holmes” seperti halnya orang-orang mengenal tokoh “Superman”. Sherlock Holmes yaitu seorang detektif konsultan, telah berhasil memecahkan berbagai macam kasus yang diantaranya mungkin diluar nalar tetapi dapat dipecahkan olehnya dengan kemampuan deduksinya yang luar biasa pula.

Sherlock Holmes memang sebuah tokoh fiksi, tapi kisah yang disuguhkan cukup logis artinya nalar kita menerimanya. Cerita Sherlock Holmes tidak mengisahkan orang yang mempunyai kemampuan terbang dan bisa berjalan di atas awan dengan memakai kolor merah atau mempunyai kekuatan kamehame untuk menghancurkan gunung berkeping-keping. Tidak bukan itu, Sherlock Holmes mengisahkan kehidupan masyarakat pada biasanya hanya saja tanpa kita sadari dalam kehidupan masyarakat terdapat banyak misteri atau fakta yang mencengangkan. Misteri ini yang coba dieksplore oleh Sir Arthur Conan Doyle, dan itu yang membuat kisah Sherlock Holmes ini mejadi karya yang istimewa.

Aku tidak habis pikir bagaimana seorang Sir Arthur menulis kisah Sherlock Holmes. Meski kisah fiksi, tapi kisah fiksi manapun aku pikir idenya berasal dari dunia nyata. Apakah kisah-kisah dalam Sherlock Holmes itu pernah ada di dunia nyata atau benarkah kemampuan deduksi yang dimiliki Sherlock Holmes bisa dimiliki oleh seseorang?

Setelah membaca kisah Sherlock Holmes, aku berguman apakah bisa aku menghasilkan karya seperti karyanya Sir Arthur. “Mungkin saja”, kataku. Ada pepatah yang mengatakan jika kamu ingin menjadi orang sukses, maka pelajari kesuksesan tersebut dan berpikirlah seperti orang-orang sukses. Jadi jika aku ingin membuat kisah seperti Sherlock Holmes, aku harus berpikir seperti Holmes! *ngambil kaca pembesar* []

5 thoughts on “Menjadi Sherlock Holmes

  1. Sebelum baca tulisan ini, aku juga sudah diambang penasaran dengan buku yang berjudul sherlock-holmes itu mas. Kata kawan bahasanya buat neg: tetep aja bikin penasaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s