Toko Buku Impian

Bulan ini aku tidak punya agenda untuk pergi ke toko buku, tapi kalau sekedar diajak untuk cuci mata ya ayo sajalah! Sebenarnya agak malas pergi ke toko buku apalagi dalam kondisi kantong tipis, kesana hanya akan menambah kegalauan. Untuk apa kesana kalau tidak ada satupun buku yang mampu dibeli, dan aku pikir permasalahan serupa juga dialami Bhumi. Entahlah kenapa dia masih nekat pergi kesana?

Belakangan aku tahu kalau dia sedang mencari buku tentang kepenulisan. Buku “Creative Writing” yang ditulis oleh salah satu penulis favorit Bhumi, siapa lagi kalau bukan AS. Laksana. Katanya dia ingin membuat lebih greget lagi tulisan yang ditulisnya di blog.

Kami pun pergi ke toko buku Togamas. Tempat yang sebenarnya dapat menghilangkan penat tapi juga menambah galau seperti kataku tadi, apalagi buat seukuran Bhumi yang tergolong kaum elit (ekonomi sulit). Kami bisa pergi ke Kampung Ilmu, pusat belanja buku murah meriah di Surabaya. Hanya saja jika pergi kesana bisa jadi akan lebih boros, awalnya berniat membeli satu buku akhirnya membeli sekeranjang buku!

Sayang buku yang dicari Bhumi stoknya kosong. Apa kami langsung pergi? Aku harap begitu, cuma aku lihat Bhumi sudah megang-megang buku. Buku yang dipegangnya, sangat tebal menurutku. Di sampul bukunya tertulis “Musashi” karya Eiji Yoshikawa. Aku kira buku setebal bantal itu sudah lebih dari cukup untuk menjadi bantal alternatif oleh Bhumi. Oh aku ingat Bhumi sudah membacanya tapi dalam versi ebook. Tidak kalah tebal ada buku “Taiko”, sama penulisnya adalah Eiji Yoshikawa. Aku perhatikan, Bhumi agak lama memegang buku itu sepertinya dalam dirinya tengah bergejolak antara membeli atau tidak, membeli atau tidak. Ah biarkan saja Bhumi dengan gejolaknya. Aku sendiri sibuk membaca sebuah buku yang tidak disampuli plastik. Sebuah keteledoran dari sang pemilik toko!

Di depan rak untuk buku “Novel”, aku lihat seorang wanita berkacamata tengah menjinjing tas keranjang. Sepertinya lagi memborong buku, melihat tidak sedikit buku di tas transparan tersebut. Aku merasa takjub dengan wanita itu. Sebuah buku diambilnya, dilihat-dilihat sebentar, tidak lama kemudian buku itu sudah dimasukkannya ke dalam tas keranjang. Ah iri rasanya. Aku jadi teringat dengan presenter nyentrik, Andi F Noya, dulu dia pernah bersumpah ingin menjadi orang kaya. Untuk apa? Katanya supaya bisa membeli semua buku. Menurutku sekarang beliau sudah bisa mewujudkan impiannya itu, bahkan saban minggunya dia bisa menghadiahkan buku gratis!

Buku bagi sebagian orang mungkin hanyalah setumpuk kertas, dan bagi sebagian orang lainnya buku adalah benda berharga seberharga harta karun yang disimpan dalam kotak besi. Aku termasuk sebagian orang kedua tersebut, bedanya aku rasa buku masih menjadi barang mewah yang susah dimiliki oleh orang susah.

Aku jadi teringat pula, dulu Bhumi bercita-cita jika mempunyai modal yang cukup ia ingin membangun sebuah toko buku. Masih menurut Bhumi, manusia harus bersahabat dengan buku, kalau tidak ia akan berteman dengan kebodohan!

Toko buku yang ingin ia bangun, konsepnya ingin menjiplak sebuah toko buku di Inggris. Toko buku tersebut menawarkan seperti ini, “Kalau sampean ingin baca atau beli buku tapi tidak punya uang, ambil saja dulu, bawa pulang, bayarnya nanti. Pokoknya, kapan saja perlu bacaan dan sedang tidak ada uang, datanglah. Kalau berniat nyumbang, silakan. Seenak sampean saja!” Kalau toko buku seperti itu yang ingin Bhumi buat, aku doakan semoga impiannya terwujud. Amiin. []peta

20 thoughts on “Toko Buku Impian

    • hehe bs ke perpus sih sbenarnya, ato dunlud ebook.. tpi y itu beda rasanya klo gk baca buku punya sendiri..
      trimakasih udh berkunjung..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s