Tertunda..

Bertemu dengan teman yang sudah lama tidak bertemu tentu menyenangkan. Dikesempatan langka tersebut, kita bisa menanyakan kabar teman kita itu. Jadi apa dia sekarang? Kerja diaman? Apakah dia banyak berubah? Atau pertanyaan-pertanyaan lainnya yang sekiranya dapat memuaskan rasa keingintahuan kita setelah tidak lama bertemu. Tapi ada kalanya pertemuan tersebut berujung pada anti klimaks. Contonya pertemuanku dengan kedua temanku!

Anti klimaks terjadi karena kedua temanku itu menanyakan tentang kelanjutan impian yang dulu pernah aku ucapkan. Ya dulu aku pernah mengutarakan kepada temanku yang tidak lama lagi istrinya akan melahirkan anak kedua itu bahwa sebelum lulus aku akan menulis sebuah buku. Sedangkan kepada temanku yang satunya lagi, sekarang dia berada di Jakarta, bahwa setelah lulus aku akan memiliki usaha (entreuprener).

Sayang sekali, faktanya kedua mimpi tersebut belum terwujud. Aku sudah lulus dan tidak satupun buku aku tulis serta belum menjalakan suatu usaha apapun. Mengecewakan memang!

Aku bukannya tidak memulai untuk mewujudkan mimpiku itu. Menulis buku misalkan, sebenarnya dalam harddisk laptop ku sudah ada draft buku yang aku beri judul “Universitas Kolong Langit”. Draft itu sudah aku kirimkan ke salah satu penerbit, tapi sepertinya tema buku itu tidak menarik penerbit untuk menerbitkannya. Buktinya sampai saat ini bukuku belum diterbitkan. Ada alternatif dengan menerbitkan melalui self publishing, menerbitkan buku sendiri. Aku tidak memilih opsi kedua selain karena kendala dana, menerbitkan buku sendiri dengan diterbitkan oleh penerbit tentu beda rasa bangganya.

Sedangkan masalah usaha, sama bukannya aku tidak memulainya tapi usaha tersebut berjalan mandek atau kalau tidak mau dikatakan jalan di tempat. Aku memulainya dari usaha menjual buku. Dulu aku berangan-angan jika usaha buku ini sukses, aku berencana akan membuka toko sendiri, tapi sayang sekali usaha ini sepertinya menemui jalan buntu.

Apa aku terlalu sombong atau percaya diri dengan menyebut impian-impianku pada orang-orang? Tidak. Dengan memberitahukan kepada teman, itu merupakan salah satu cara untuk mewujudkan impian kita. Cara ini berhasil pada Muhammad Ali, tiap hari nya dia menggedor pintu rumah-rumah tetangganya dan berkoar-koar akan menjadia juara dunia. Meski mendapat cemooh tapi pada akhirnya Muhammad Ali membuktikan ucapannya dan menjadi legendaris olah raga tinju seperti sekarang.

Aku memang tidak cukup gila untuk menggendor rumah-rumah orang dan mengatakan mimpiku tapi dengan mengatakannya kepada teman terdekat kita, aku harap menjadi motivasi sekaligus tantangan tersendiri. Hal yang menjengkelkan positif adalah kalau bertemu dengan mereka, mereka akan menanyakan proyek impian itu. Mau tidak mau maka impian tersebut harus terwujud atau kalau tidak mereka tidak akan bungkam!

Terkait kedua impianku diatas, memang saat ini belum terwujud dan saat ini aku tidak berencana untuk cepat-cepat melempar handuk. Perjalanan memang masih panjang tapi sudah berakhir jika kita berhenti karena menyerah. Dah yah, impian itu doa! []peta

2 thoughts on “Tertunda..

  1. semoga mimpinya segera terwujud, terus berusaha dan bertawakkal kepada Allah, insyaallah, jika hal itu baik, maka Allah akan mewujudkannya dikemudian hari… yakin itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s