Pencari Kebahagiaan!

Mumpung masih hidup di dunia ini, sebenarnya banyak yang ingin aku pelajari. Aku ingin belajar tentang konsep sistem pertanahan dalam islam, sastra, filsafat, ilmu komunikasi, sejarah peradaban manusia, atau belajar tentang konsep kebahagiaan. Yang terakhir itu bukan berarti aku tidak bahagia, tetapi ‘meraih kebahagiaan’ adalah hal yang menarik dimana tidak sedikit manusia di jagat ini yang menghabiskan hidupnya untuk ‘meraih kebahagiaan’.

Jika ketemu dengan buku-buku yang judul covernya ada kata ‘bahagia’-nya, ingin aku segera membacanya. Ada buku yang sampai saat ini ingin aku punyai yaitu “The Art Of Happines”-nya Dalai Lama. Buku tersebut, di negara barat sana merupakan buku rekomendasi bagi mereka yang ingin hidup lebih bahagia. Agama Budha sendiri menjadi agama yang cukup populer di negara barat terutama konsep meditasinya yang dianggap membuat hidup lebih bahagia.

Sejauh ini banyak aku jumpai konsep kebahagiaan yang disampaikan oleh para filosof. Pada umumnya mereka berpendapat manusia akan bahagia ketika mampu memuaskan materinya. Sekali lagi, dunia barat (amerika) menjadi contoh nyata pelaku konsep tersebut. Bisa kita lihat mereka mencoba meraih kebahagiaan dengan upaya mengejar tujuan hidup dengan barang-barang konsumtif, seperti memiliki barang-barang tertentu, mengenakan pakaian tertentu, minum jenis minuman tertentu, menjaga penampilan tertentu, dan menikmati hidup dengan gaya hidup tertentu. Pada akhirnya, untuk meraih kebahagiaan difokuskan pada kenikmatan dunia.

Terkait kebahagiaan yang dicari-cari masyarakat barat, buku “Invansi Politik dan Budaya Asing” yang ditulis Salim Fredericks, cukup memberikan gambaran bagaimana iklan sepatu Nike yang mengatakan “just do it” adalah bentuk seruan supaya melakukan apa saja untuk meraih kebahagiaan. Jadi kalau suatu hal memberi anda kebahagiaan maka ‘just do it‘ (lakukan saja).

Sayang sekali, pada faktanya pemilikan barang dan harta kekayaan tidak mendatangkan kebahagiaan. Bisa kita lihat kehidupan orang kaya atau kehidupan para artis terkenal, mereka dapat memperoleh dengan mudah apa yang mereka inginkan. Tapi tidak sedikit dari mereka yang pada akhir hayatnya mati dengan tragis. Ada yang bunuh diri atau kebiasaan mereka yang mengkonsumsi narkoba atau alkohol menjadi jalan untuk membunuh mereka sendiri. Akhirnya mempunyai banyak materi tidak menjadi jaminan seseorang hidup bahagia.

Dari berbagai konsep kebahagiaan, lalu bagaimana dengan konsep kebahagiaan menurut Islam? Kebahagiaan menurut Islam sangatlah sederhana. Bagi seorang muslim, kebahagiaan akan diperoleh apabila mendapat keridhaan Allah SWT. Rasa bahagia terselip tiap kali kita menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya demi tujuan meraih ridhaNya. Tentu aku tidak bisa menggambarkan bagaimana bentuk kebahagiaan tersebut. Misalkan saja ketika kita berpuasa. Bukankah ‘tidak mengenakkan’ seharian kita diminta untuk tidak makan tidak minum, tapi justru kebahagiaanya ada ketika menjalankan puasa itu sendiri. Puncaknya bisa kita rasakan ketika berbuka puasa. Sungguh perasaan yang luar biasa. Sekali lagi aku sendiri tidak bisa menjelaskannya tetapi bagi kita yang berpuasa dapat merasakan kebahagiaan tersebut bukan!

Jika kebahagiaan dalam islam ‘cuman’ mendapat ridhaNya, maka sejatinya kehidupan seorang muslim penuh dengan kebahagiaan. Akhwat yang berjilbab menutupi auratnya, orang yang berpuasa, shalat, atau ibadah serta aktivitas lainnya yang mengantarkan pada ridha Ilahi maka disitu ada kebahagiaan. Dan kebahagiaan pertama seorang muslim tentu saja adalah kenyataan bahwa dia seorang muslim []peta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s