Belajar Bahasa Ke Om Vicky Prasetyo

“Di usiaku ini, twenty nine my age , aku masih merindukan apresiasi karena basically , aku senang musik, walaupun kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya.” Ia berujar lagi, “Kita belajar, apa ya, harmonisisasi dari hal terkecil sampai terbesar. Aku pikir kita enggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan kudeta apa yang kita menjadi keinginan.”

“Dengan adanya hubungan ini,” lanjut Vicky, “bukan mempertakut, bukan mempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia, tapi menjadi confident .”

“Tapi, kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik dan aku sangat bangga…”

***

Potongan kalimat tersebut merupakan potongan penggalan wawancara Vicky Prasetyo ketika melakukan pertunangan dengan Zaskia Gothik (kabarnya tunangan tersebut sudah putus). Di socmed tidak sedikit teman yang meng-share kata-kata om Vicky, video wawancara di youtube pun sudah ditonton lebih dari 58 ribu orang.

Lucu memang. Kata-kata om Vicky ini, entahlah apa berniat lucu-lucuan atau memang lagi serius. Walau serius pun malah terkesan lucu. Tidak sedikit pula yang mencaci-maki karena dianggap si om Vicky ini sedang cari muka, atau ingin terlihat intelek dengan kata-katanya yang campuran indonesian and british. Bahasa indonesia yang dipakai pun dirasa bahasa tingkat tinggi sehingga untuk sebagian orang susah untuk memahami (termasuk saya).

Saya tidak ingin berspekulasi lebih. Bisa jadi om Vicky tidak berniat sok intelek, barangkali dalam kehidupan sehari-hari bahasa yang dia gunakan memang seperti itu. Jadi hal tersebut biasa baginya, tapi tidak biasa buat kita.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kejadian ini tentu tentang cara berkomunikasi. Katakanlah om Vicky memang seorang intelektual tulen, dimana-mana ikut seminar dan gaya bicaranya seperti itu. Pertanyaannya apakah lawan bicaranya mudah memahami? Saya rasa tidak. Sesama orang ‘intelek’ mungkin iya. Cuman yang membutuhkan seorang intelektual itu bukan hanya para intelektual lainnya, tapi juga orang awam. Yaitu mereka yang membutuhkan didikan atau arahan.

Katakanlah seorang petani. Petani membutuhkan arahan dari orang ahli (intelektual) bagaimana supaya hasil pertaniannya bisa melimpah atau setidaknya tahan dari serangan hama. Bagaimana jadinya jika sang ahli tadi menerangkan dengan bahasa keintektualitasnya seperti om Vicky, apakah si petani mudah paham? Saya rasa tidak. Misalnya si ahli ngomong seperti ini, “supaya tidak terjadi kudeta hama, maka bapak perlu melakukan harmonisasi pupuk. Sedangkan adanya labil ekonomi, basically merupakan tugas pemerintah supaya tidak terjadi kontroversi harga. Dengan begitu, konspirasi kemakmuran bisa diraih.”

Semakin tinggi intelektual seseorang, seharusnya bahasanya makin mudah dipahami. Intelektual yang semestinya memahami masyarakat awam, bukan malah sebaliknya. Bisa-bisa latar pendidikan malah membuat jarak dengan orang awam. Maka apalah gunanya pendidikan jika makin menjauhkan dengan masyarakat awam atau tidak dapat menyentuh mereka-mereka yang membutuhkan?

I hope to para intelektual (mahasiswa, dosen, cendekiawan) untuk tidak hanya pandai dalam forum ilmiah tapi juga mensiasati kecerdasan dan harmonisasi dengan masyarakat bawah. Mereka lah yang membutuhkan kudeta, karena mereka yang paling membutuhkan konspirasi kemakmuran. Metode paling mudah yaitu melakukan languange simple supaya tidak terjadi kontroversi hati dengan mereka. The last, to om Vicky Prasetyo or Heriyanto or whatever your name is, i am can study kesusahteraan dengan anda! []peta

(Om Vicky dan eks tunangan yg minta dibeliin rumah)

23 thoughts on “Belajar Bahasa Ke Om Vicky Prasetyo

  1. iya. meskipun orang makin intelektual makin banyak wawasan, ilmu dan istilahnya. tapi dia harus bisa merakyat dan menyampaikan pikirannya dengan kata-kata yang gampang dipahami. (semoga kata-kata komentarku ini juga gampang dipahami.😀 )

  2. ini namanya stupidisme people publikasi,dimana kata2nya susah disambiguasi dan lama-kelamaan menciptakan pusingisme yg mempertakut labil harmonisasi di otak !!!
    Ha. . Ha. . Ha. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s