Umat Terbaik?

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali Imran : 110)

Sangat jelas umat terbaik dalam ayat ini adalah umat Islam. Kalau tidak percaya, silakan kamu tanya kepada ustad, kyai, murabbi, atau guru agama, apakah benar ayat diatas tujukan kepada umat Islam? Apa tidak untuk umat yang lainnya?

Aku mengerti kenapa kamu sampai ngotot bertanya seperti itu. Mungkin kamu dalam kondisi, “Tunggu sebentar! Gak salah ini ayat!”.

Hush.. ngomong sembarangan. Betapa canggihnya manusia zaman sekarang. Ketika ada ayat yang tidak sesuai dengan nafsu mereka, mereka mengeluh dan meminta Tuhan untuk merevisinya. “Bukan begitu, tapi apa benar umat terbaik sekarang adalah umat Islam? Bukankah umat terbaik adalah umat no. 1 di dunia, umat terdepan, teladan bagi umat lainnya.”

“Indonesia adalah mayoritas umat Islam terbesar di dunia. Seharusnya Indonesia adalah negara no. 1 di dunia, negara superduperpower, teladan bagi negara lainnya?”

Oh untuk menjawab itu.. (hening..)

***

Islam itu tinggi dan tidak ada yang menandingi ketinggiannya. Otomatis pemeluknya adalah umat yang ‘tinggi’. Ayat diatas sejatinya adalah bentuk pujian kepada umat islam bahwa merekalah umat terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia. Hanya saja sepertinya umat Islam terlalu euforia dengan kata umat terbaik (khairuh ummah). Padahal dalam satu ayat itu pula Allah SWT memberitahukan mengapa umat Islam adalah umat terbaik.

Setidaknya ada 3 syarat yang perlu dipenuhi oleh umat Islam untuk menyandang umat terbaik yaitu menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Jika salah satu syarat tersebut tidak dipenuhi maka lepas pula gelar umat terbaik tersebut.

Bisa dilihat pada negara Indonesia. Negara ini berpotensi untuk menjadi negara superpower baru, bukan saja dari segi SDA yang mumpuni dan SDA yang melimpah tapi juga agama yang sempurna. Tapi nyatanya negara ini belum bertaqwa sepenuhnya. Masih ada UU yang merupakan warisan penjajah. Bahkan UU yang lahir di negeri ini tidak bersandarkan pada Qur’an dan Sunnah. Coba saja tanyakan kepada para anggota dewan terhormat, landasan mereka membuat UU apakah berdasar Al Qur’an dan Sunnah? Jika tidak maka negeri ini sendiri telah menyalahi hak prerogatif Allah SWT yaitu inilhkumu illa lillah, hanya Allah SWT lah pembuat hukum.

***

Ooo.. (hening kembali..)

Kalau begitu, aku bakal memakai baju koko takwa tiap hari sebagai bentuk ketaqwaanku. Nah bagaimana dengan kamu? []

One thought on “Umat Terbaik?

  1. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan uuntuk manusia (selama kamu) menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, ( = berdakwah untuk umat) dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka (termasuk umat muslim yang tidak menjadi yang terbaik) adalah orang-orang yang fasik (tidak menggunakan hukum Alloh dalam ebrgenagar, tapi menggunakan hukum buatan manusia).” (QS. Ali Imran : 110)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s