Kibran

Beberapa hari yang lalu aku menyelesaikan membaca buku, sebuah masterpiece dari Kahlil Gibran yaitu The Prophet (Sang Nabi). Jujur saja ketika membacanya aku sampai berkomentar, ternyata di dunia ini ada yang pernah merangkai kata-kata selayaknya sebuah ayat di kitab suci!

Aku tidak ingin mengatakan bahwa prosa yang ditulis Gibran dapat disandingkan dengan kitab suci Al Qur’an. Prosa Kibran dan Al Qur’an sebuah karya yang berbeda, yang satu ditulis oleh manusia dan satunya bersumber dari Allah SWT pemilik alam semesta. Hanya saja aku rasa prosa Kibran itu 11-12 dengan kata-kata terjemahan ayat.

Aku tidak mau ambil pusing. Setelah membaca Sang Nabi, buku itu aku geletakkan begitu saja di lantai kamar. Bukan tidak menghargai karya seseorang (apalagi dicap masterpiece), tapi aku ingin menunjukkan kepada buku itu bahwa meski karya istimewa tapi tidak ada tempat khusus baginya di dalam jiwa. Berbeda dengan Al Qur’an, sebuah mukjizat baginda Rasul, maka letaknya harus istimewa dan diistimewakan.

Sekali lagi aku tidak mau ambil pusing. Prosa Gibran memang menggelitik untuk dicari maknanya, tiap kata dan ditiap paragrafnya. Oh tidak, tidak! Aku tidak mau ambil pusing. Kenapa tidak aku curahkan saja pikiranku untuk memahami ayat-ayatNya? Ya benar, lebih baik aku membaca ayat Qur’an dan terjemahannya. Disana pasti banyak kutemui kata-kata yang mengandung jutaan makna dan aku bisa terhanyut karenanya. Semoga!

* note : tulisan di atas anggaplah sebuah kata pengantar dari ku. Kedepannya aku ingin bercinta lebih dalam dengan Al Qur’an dengan menafsirkan ayat-ayat didalamnya. Rencananya aku posting di blog ini.

** Aku memang bukan mujtahid, dan tidak memenuhi syarat menjadi mujtahid. Aku tidak paham bahasa Arab dan tidak hafidz Qur’an. Yang aku lakukan bukan menafsirkan ayat Qur’an tetapi memahami terjemahan Qur’an. Aku tidak berharap hasil tafsir (entahlah apa aku bisa menyebutnya sebuah tafsir), nantinya tidak menjadi patokan baik untuk diriku atau kalian yang membacanya. Diluar sana masih banyak ulama-ulama yang bisa kamu dijadikan pegangan untuk memahami Al Qur’an, misal tafsir Ibnu Katsir. Disini aku hanya ingin lebih memberdayakan otak ku, akal ku untuk memahami ayat-ayatNya. Dengan begitu aku berharap menambah ketaqwaaku. Aamiin. []peta

(cover buku The Prophet)

3 thoughts on “Kibran

    • dan tuduhan itu dijawab langsung oleh Allah SWT lewat firmanNya.. jika benar Al Qur’an adalah karangan nabi Muhammad maka buatlah surat yang serupa dengan surat Al Qur’an.. sampai sekarang tdk ada yg menerima tantangan Allah SWT tsb.. (mungkin Kibran sudah mencoba, tapi masih jauh lah)..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s