Lukisan Alam

Sepi menyambut datangnya jingga pertanda malam hampa akan tiba
Petang ini aku masih terbaring menunggu ilham yang tidak keluar jua
Mengikatnya, kemudian membaringkannya pada sebuah kertas A5
Mungkin aku tidak perlu menunggu, dia ada disitu cuman masih malu-malu
Diombang-ambing angin utara yang tiada bersuara
Entah kapan ia datang, padahal tirai ufuk mulai gelap tapi penuh kemilau bintang
Disana menara menunjuk ke semesta yang menganga, melambai-lambai tapi tak berirama
Seperti halnya bayang cemara, menari-nari tapi tak bernada..

Ya Rabb, aku menemukannya
Kau memperlihatkanya lewat bisik sanubari
Sebuah lukisan yang paling indah, alam itu sendiri..

(@petapikir)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s