Relung Duka Anak Syria

Matahari lelap dalam dekap anak-anak Syria
Sedangkan bulan terselimut awan di puncak menara
Disana lubang menganga di balik angkasa
Damai bersahaja mengiringi semesta..

Hanya saja sunyi malam menjadi awal petaka
Manusia tiada bernurani menunggu datangnya gelap kelam
Dengan atau tanpa intruksi mulai tertawa kejam
Menghunus Sarin tanpa belas kasihan
Segera aroma kematian datang bergantian
Mencekik nafas semerbak senjata kimia..

Indahnya jingga terlewati dengan duka cita
Tangis pilu terdengar dimana-mana
Melihat sanak saudara kaku meregang nyawa
Hilang hangatnya keluarga penuh canda tawa
Anak-anak wajah bersahaja tidak berdosa
Menjadi pelampiasan kekejian manusia..

Lihat lah para penguasa
Suara tinggal suara
Berjuta kata seolah hampa
Sekedar duka cita, kecewa, dan doa-doa
Mengecam tanpa berbuat apa-apa
Tidak ada angkat senjata untuk perlawanan
Bukan melawan tapi memberi perlindungan
Bukan membalas tapi membebaskan..

Tidak, tidak, mereka tidak butuh belasungkawa
Nyawa mereka terganti gelar syuhada
Menjadi permata penghias Syurga
Kemuliaan dan terhormat berada di sisi-Nya
Nelangsa patut ditujukan kepada kita
Diam atas pembantaian
Buta atas fakta kekejaman
Tumpul terhadap realitas..

Wahai muslimin,
Bagaimanakah anak-anak yang dibantai menjadi saksi
Bersaksi atas nama Allah
Bahwasanya muslim belahan bumi sana, hanya diam dan berpaling
Tidak mempedulikan nasib umat dan hanya mencintai dunia?

(@petapikir)

6 thoughts on “Relung Duka Anak Syria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s