Sepotong Memories..


Doa sudah dipanjatkan. Suara yang terdengar dari TOA masjid adalah para pengurus masjid yang bergantian membaca Al Qur’an setelah shalat trawih. Jalanan cukup ramai oleh para pejalan kaki, sama sepertiku mereka baru selesai shalat Trawih. Entah apa ibu-ibu itu malas untuk melepasnya, mukena yang dipakai shalat trawih masih utuh. Jadilah untuk sementara jalanan disesaki mukena berjalan yang berlalu-lalang sana-sini.

Bukannya aku sedang mencuci mata dengan memandang kepada jamaah wanita, malah perhatianku tertuju pada seorang bapak yang menggendong anak kecil di pundaknya. Kopiah anak itu warna putih, seragam dengan baju koko yang ia pakai. Kopiahnya yang longgar karena berukuran lebih besar ketimbang kepalanya, baju kokonya juga longgar sehingga lengan baju tangannya di gulung. Sekali-sekali anak itu tertawa, ketika sang bapak mempermainkan anak itu dengan sengaja melorotkan kemudian meninggikan lagi anak itu di pundaknya.

Haha.. Aku tidak ingat persis, cuman aku pernah sama seperti anak itu. Aku juga mempunyai memori yang manis dengan bapak ku (aku memanggil Aba) dan suasana Ramadhan ini seakan me-replay kenangan masa kanak-kanak ku.

Dulu jika berangkat trawih aku boncengan sepeda pancal dengan aba. Kaki ku diikat dengan kain supaya kaki tidak masuk ke ruji-ruji roda sepeda. Bulan puasa berikutnya aku dibelikan sepeda pancal sendiri, entah mungkin Aba tidak tahan rengekan ku maka akhirnya dibelikan juga (kayaknya masalah rengek merengek ini dulu aku ahlinya). Jadi berangkat trawih kami bersama naik sepeda, yang ku ingat meski Aba mengayuh sepeda dengan pelan, aku harus mengayuh 2x lebih cepat untuk mengimbangi laju sepeda Aba.

Banyak memori manis yang banyak ter-save terutama ketika bulan Ramadhan. Memori-memori itu sepertinya tersimpan di alam bawah sadar, dan ketika menemui momen yang tepat memori itu akan senang hati menampilkannya. Mungkin jika memori-memori itu dapat terecord membutuhkan ratusan hardisk berkapasitas bukan Giga tapi Tera.

Tapi masa itu telah lewat. Tidak mungkin untuk kembali, selain karena waktu tidak mengizinkan tetapi saatnya untuk menciptakan memori-memori baru dengan orang-orang terdekat kita. Yah tinggal kembali ke kita apakah mau menciptakan kenangan baik atau buruk. Apapun memori itu bisa jadi merupakan memori yang tak terlupakan seumur hidup, jadi berbaik-baiklah membuat memori! []peta

Gambar ilustrasi dari sini

3 thoughts on “Sepotong Memories..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s