Memetakan Syariah Islam


Alhamdulillah, sudah seyogya nya di bulan Ramadhan penuh berkah ini banyak dijumpai kajian keislaman baik di media televisi misalnya atau di mimbar-mimbar masjid. Saya termasuk orang yang ‘sedikit banyak’ mendengarkan kajian-kajian tersebut. Sedikit karena dari banyak kajian ceramah yang saya ikuti, sedikit yang membahas seputar hukum-hukum Islam.

Ceramah yang banyak saya ikuti lebih bersifat teoritis ketimbang praktis, sedangkan hukum-hukum Islam adalah persoalan praktis. Banyak yang membahas tentang ketaqwaan padahal cara mengukur tingkat ketaqwaan seseorang bisa dilihat dari seberapa taat dia melaksanakan hukum-hukum islam yang bersifat praktis tersebut.

Saya tidak mengatakan ceramah yang menerangkan tentang hukum-hukum islam lebih baik baik daripada ceramah yang sekedar teoritis. Apapun ceramah nya asal masih koridor agama dan disampaikan secara ikhlas, insyaAllah para mubaligh mendapatkan pahala. Saya menyadari, menerangkan seputar hukum-hukum Islam tidaklah mudah. Harus memahami betul akan hukum tersebut, karena itu harus mempunyai ilmu yang mumpuni untuk menjelaskannya.

Di beberapa ceramah/kajian yang saya ikuti, saya mendapat tambahan ilmu seputar hukum-hukum Islam, seperti pengaturan pergaulan laki-perempuan dalam islam, kewajiban menutup aurat baik laki-perempuan, akad dalam pekerjaan, dan hukum lainnya. Menarik bagi saya adalah memetakan tanggapan dari orang-orang yang baru mendapat pemahaman tentang hukum-hukum Islam tersebut. Apalagi ada perbuatan yang biasa dilakukan dalam keseharian ternyata di tinjau dari sudut pandang syariah, perbuatan tersebut bertentangan dengan syariah Islam. Misal aktivitas pacaran, memakan uang riba, dsb.

Bila diamati ada beberapa kuadran ketika orang dihadapkan pada syariah islam, yaitu :

  1. Menolak dan tidak mau menerapkannya

    Orang ini saya yakini sebagai non muslim. Orang ini bisa jadi tidak berTuhan (atheis) atau dari orang yang beragama (non islam). Bagi orang atheis sudah sewajarnya dia menolak aturan agama karena dia sendiri tidak beragama. Dia tidak patuh kepada Tuhan jadi untuk apa patuh kepada aturan Tuhan. Sedangkan untuk hidup bermasyarakat, aturan-aturan yang dia pakai adalah hasil konvesi universal yang membenarkan suatu aturan, padahal kebenaran menurut manusia itu bersifat relative.

    Lalu bagaimana dengan yang beragama (non muslim)? Mereka menolak syariah Islam sebenarnya juga wajar karena adanya perbedaan keyakinan. Yang jadi pertanyaan, apakah sah-sah saja diluar Islam menolak syariah Islam? Menurut saya tidak. Syariah islam merupakan pengaturan hubungan antar manusia (muamalah), tidak mengikat sampai tataran Ibadah. Tidak masalah jika di luar pemeluk Islam melaksanakan syariah Islam, karena mereka tidak dipaksa untuk beribadah seperti ibadah umat Islam, tapi bermuamalah secara Islami. Semua agama, kecuali Islam, tidak mempunyai konsep dalam pengaturan hubungan manusia ini. Misal islam mempunyai konsep ekonomi islam, apakah agama lain juga mempunyai konsep tersebut. Faktanya tidak, ekonomi yang diterapkan secara global saat ini sistem ekonomi kapitalis yang merupakan hasil pemikiran manusia. Jadi tidak keliru apabila muslim menawarkan syariah islam sebagai sebuah aturan dalam bermasyarakat karena agama mereka sendiri tidak mengaturnya. Tentu perlu terus dilakukan sosialisasi kepada mereka-mereka di luar Islam tentang apa itu Islam dan syariahnya, supaya tidak terjadi salah paham dan intoleran.

  2. Menerima tapi tidak mau menerapkannya

    Seorang muslim tentu mengetahui konsekuensinya jika menolak syariah. Mau tidak mau seseorang yang mengaku muslim harus tunduk kepada syariah sebagi bukti tunduk patuh kepada-Nya. Pertanyaannya jika ia menerima lantas mengapa ia masih tidak mau menerapkannya? Menurut saya bisa jadi belum pahamnya ia kepada syariah itu sendiri. Misal dalam Al Qur’an jelas diperintahkan bagi muslim muslimat untuk menutup auratnya. Bagi Perempuan dari ujung rambut sampat mata kaki kecuali muka dan kedua telapak tangan. Selain itu diperintahkan juga untuk berbusana Islami (Jilbab dan Khimar).

    Bisa kita lihat diluar sana masih banyak wanita muslimah yang belum menjalankan kewajiban tersebut, bisa jadi dia belum ‘paham’ walaupun dia ‘tahu’ kewajiban menutup aurat dan berjilbab. Alasan lainnya adalah adanya kepentingan. Dia tahu akan hukum Islam tapi situasi dan kondisi tidak memungkinkan baginya untuk merapkan hukum Islam tersebut. Misal karena di tempat kerja dilarang berkerudung, Aktivitas bisnisnya tidak bisa lepas dari bank walau perbankan tersebut berbasis riba, dan kepentingan-kepentingan lainnya yang menghalangi dia untuk melaksanakan syariah Islam.

    Kepada orang-orang ini tentu perlu dilakukan sosialisasi secara masive untuk memahamkan ia akan syariah Islam. Diingatkan mana yang lebih ia cintai, dunia yang fana atau akhirat yang kekal?

  3. Menerima dan mengamalkan

    Jika ada orang muslim menjalankan syariat Islam, sebenarnya hal biasa, wajar-wajar saja. Patut bersyukur dan berbahagialah mereka yang paham akan hukum-hukum Islam dan dapat mengamalkannya tanpa hambatan dan halangan apapun. InsyaAllah dimana ada syariat dijalankan maka akan ada maslahat yang menyertainya.

  4. Menerima, mengamalkan dan menyebarluaskan

    Kelompok ini merupakan kelompok yang sedikit, luar biasa langka, maka perlu ‘dilestarikan’. Kelompok yang mempunyai kepedulian luar biasa kepada saudara muslim lainnya. Dengan ikhlas dia mengingatkan saudara yang lain untuk menjalankan hukum-hukum Islam. Kembali kepada aturan-aturan Allah SWT Pencipta Alam Semesta. InsyaAllah pahala yang besar menanti kelompok ini.

    Memang kelompok ini adalah orang-orang yang berilmu, tapi semua muslim mempunyai kesempatan yang sama untuk masuk dalam kelompok ini. Tinggal mau atau tidak ia belajar dan ikut bergabung dengan barisan kelompok ini untuk memberi ‘kabar gembira’ kepada seluruh penduduk dunia. Semakin banyak kelompok ini saya yakin kebangkitan umat Islam akan segera bangun dari tidur panjangnya.

Berada dimana kuadran manakah kita? Saya berharap termasuk saya sendiri setidaknya berada di kuadra no 3. Menjalankan syariah-syariahNya dan sambil lalu menambah tsaqafah keislaman. Kebangkitan barat karena mereka meninggalkan agamanya, sebaliknya kemunduran umat Islam karena meninggalkan agamanya. Sedangkan sebaik-baik pemberi petunjuk adalah Allah SWT.

Wallahu a’lam bi ash-shawab. []peta

 Gambar dari sini!

6 thoughts on “Memetakan Syariah Islam

    • di paragraf terakhir saya tulis ‘setidaknya masuk kategori no 3’🙂
      kuadran no 4 adalah orang2 yg mempunyai kualitas ‘super’, sedangkan saya meski sudah banyak belajar entah kenapa masih sedikit ilmu yg dipunyai.. ya doakan saja, masih berproses menuju kesana..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s