Kontemplasi Ayat Puasa


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S Al-Baqarah : 183)

Ayat diatas merupakan ayat yang sering dibaca dan di ulang-ulang oleh para pengkhotbah atau penceramah khususnya saat bulan Ramadhan. Karena sering di ulang-ulang, tanpa mensengajakan menghafal ayat tersebut pun bisa hafal luar kepala. Sama halnya dengan Ali Imran ayat 110 seringkali dibacakan oleh musyrif saya ketika membuka perhalaqahan, saya jadi hafal ayat tersebut.

Al Baqarah ayat 183 memang menjadi dalil diwajibkanya bagi kaum muslim berpuasa di bulan Ramadhan. Sudah umum dijelaskan oleh para Pengkhotbah, ayat tersebut tentang keutamaan berpuasa di bulan Ramadhan yaitu memperoleh predikat “Taqwa”.

Saya bukan mujtahid, jangankan mujtahid mengerti bahasa arab saja tidak, jadi saya tidak akan memberi tafsiran baru mengenai ayat tersebut. Hanya saja ada yang menarik dari ayat tersebut apabila kita ‘berani’ mengutak-atiknya. Maksud saya dalam ayat tersebut dikatakan yang wajib berpuasa adalah orang-orang yang ‘beriman’. Yang dimaksud orang-orang beriman adalah umat muslim sendiri yaitu yang mengimani Allah SWT sebagai illah-nya. Pertanyaannya, bagaimana jika kata ‘beriman’ coba diganti dengan ‘an-nas” yaitu manusia?

Pikiran coba-coba itu muncul ketika ada pertanyaan dalam diri saya. Bukankah Islam adalah agama uviversal, mengapa perintah puasa hanya ditujukan kepada orang Islam saja mengapa tidak kepada manusia? Apalagi berdasar penelitian, berpuasa memberikan banyak efek posotof bagi tubuh.

Jika kata “beriman” diganti dengan “an-nas” efeknya bisa luar biasa, konsekuensinya adalah tidak mau harus ‘memaksa’ non muslim untuk ikut berpuasa, sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah SWT. Coba bayangkan jika hal tersebut benar-benar terjadi, betapa repotnya umat Islam. Tentu hal tersebut akan lebih mudah diterapkan jik berada di Darul Islam, tapi faktanya saat ini belum ada Darul Islam/Khilafah Islamiyah.

Dari ayat tersebut kita bisa melihat betapa Maha Adil dan Maha Mengetahui Allah SWT. Allah SWT tahu kapasitas kemampuan hamba-Nya. Rasanya tidak mungkin, mampu mempuasakan seluruh umat manusia. Maka kewajiban puasa hanya dibatasi pada orang muslim saja.

Bisa kita lihat ajaran Islam bersifat ke dalam (intern) dan keluar (ekstern). Terkait peribadatan hanya mengikat intern kaum muslim saja misal shalat, zakat, puasa, haji, merupakan ibadah-ibadah khusus untuk kaum muslim. Lho apakah ada syariah Islam yang bisa dipakai non Islam? Alhamdulillah ada. Islam mempunyai konsep dalam mengatur hubungan manusia dengan manusia, misal tentang ekonomi, pemerintahan, pendidikan, politik. Berhubung dalam agama lain hanya bersifat mengatur dalam hal peribadatan (rohani) sedangkan kehidupan bermasyarakat dan bernegara tidak diatur, maka sah-sah saja jika dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk diatur oleh konsep-konsep Islam.

Hikmah lainnya adalah betapa bahayanya jika ayat-ayat kitab suci dirubah-ubah meskipun cuman satu kata. Cukuplah apa yang terjadi pada agama nasrani menjadi pelajaran, bagaimana kitab injil satu dengan satu lainnya sudah berbeda. Saya ingat perkataan seorang muallaf yang menyampaikan tidak mungkin bagi dirinya menghafal injil saking banyaknya versi injil.

Demikian konstemplasi saya tentang ayat puasa. Sebagai orang yang berpikir, seharusnya kita menyadari ayat-ayat suci Al Qur’an merupakan bukti otentik bagaimana Allah SWT menunjukkan Kemahabesaran-Nya. Setelah 14 abad semenjak Al Qur’an diturunkan belum ada yang mampu membuat atau mennyamai kitab suci Al Qur’an.

Sebagai orang bodoh karena tidak paham bahasa Arab, maka mengharuskan saya untuk mengadopsi ijtihad-ijtihad para ulama. Saya berdoa moga generasi mendatang lebih banyak lagi bermunculan para mujtahid-mujtahid yang mengemban misi membumikan Al Qur’an. Aamin.. []peta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s