Ingin Dimanja..

Lima hari aku hanya bisa berbaring, sebuah scene yang benar-benar tidak aku harapkan. Tapi justru dengan kondisi tersebut aku bisa merasakan hangatnya kasih sayang seorang Ibu.

Selama lima hari demam DB, ibu atau biasa aku panggil Ummi’, merawatku, memasakkan masakan terbaiknya, menegukkan banyak cairan padaku mulai aqua, jus jambu, saripati kurma, air kelapa muda. Ya aku rasa aku dalam kondisi dimanjakan. Hal yang jarang aku dapatkan tapi aku rindukan selama 4 tahun belakangan ini.

Hanya saja sekarang sudah kembali normal, trombositku juga tergolong normal sekitar 162. Aku kembali kepada aktivitasku diperantauan sebagai mahasiswa yang berjuang untuk mendapatkan gelar tukang insinyur.

Masalahnya adalah apakah aku butuh recovery lebih untuk kembali ke aktivitas semula. Setelah sembuh aku dihadapkan pada revisi TA dan entah kenapa tidak menarik seleraku untuk segera mengerjakannya. Sialnya lagi, aktivitas tetek bengek lainnya yang aku tinggalkan selama masa penyembuhan juga menuntut untuk segera dikerjakan. Apalagi kalau bukan cucian yang menumpuk!

Aku rasa kemalasanku yang sedang jatuh menimpaku adalah efek dari kemanjaan yang sebelumnya aku nikmati. Setelah bermanja ria dengan penyakit, maksudku setelah dimanja ria oleh orang tua ku, rasa manja itu rasa-rasanya juga ingin menjalar kepada aktivitas yang sebenarnya menjadi tanggung jawabku.

Yah lewat tulisan ini aku harap aku bisa membunuh rasa manja itu dan kembali kepada diriku yang seutuhnya. Oh apakah diriku yang seutuhnya adalah orang yang rajin? Aku harap begitu, setidaknya aku bisa kembali kepada diriku yang memegang teori, “mencoba dan gagal adalah lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali”. Atau teori yang ku harap benar uji hipotesanya, “cucilah bajumu sebelum dicuci orang lain!”.

Di paragraf ini pula aku ingin mengingatkan diriku atas apa yang pernah aku pikirkan ketika sedang berbaring lemah. Tidak usahlah nanti aku mencari sesuap nasi sampai pulau Batam, pulau batu bara Kalimantan, pulau emas Papua, atau di tempat nan jauh sana jauh dari keluargaku. Hikmahnya dekat keluarga malah baru aku rasakan ketika aku sakit. Keuntungan dekat dengan keluarga, jika ada apa-apa aku bisa segera pulang. Melihat kondisi orang tuaku yang tidak muda lagi, sepertinya aku harus berada di dekat mereka. Ada ketika dibutuhkan dan siap untuk bisa diandalkan.

Aku harap demikian, bukan malah sebaliknya. Sementara aku akan bergelut dengan dalam diriku. Jika aku bisa menghadapi virus dengue dan 4 dosen penguji TA seorang diri, seharusnya aku juga mampu melewatinya. Ujian pertama adalah mencuci bajuku sebelum bajuku dicuci orang lain (oh monggo silakan..! nah lho) []peta

2 thoughts on “Ingin Dimanja..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s