Sidang Sesungguhnya!


Alhamdulillah, tinggal beberapa langkah laki aku akan resmi menyandang gelar ‘tukang insinyur’. Tahapan sidang Tugas Akhir baru aku lewati. Hanya saja berbeda dengan kampus lain dimana hasil sidang bisa langsung diketahui (lulus atau tidak), di jurusanku aku masih menunggu pengumuman hasilnya (presentasi ulang atau revisi/perbaikan).

Hampir butuh 1 tahun bagiku untuk bisa maju sidang, setelah sebelumnya harus lulus TOEFL dengan score 477 dan tentunya selesai laporan TA. Mungkin kelamaan menunggu sehingga ketika kesempatan sidang TA itu tiba, aku menjadi jenuh dengan TA ku sendiri. Ogah untuk membuka buku atau baca-baca buku diktat kuliah. Sebenarnya bukan hanya faktor malas, tapi TA ku juga agak melenceng dari ilmu kegeomatikaan. TA malah mengarah ke jurusan informatika karena membuat sebuah aplikasi Android. Walhasil buku diktat kuliah mana yang berhubungan dengan TA ku, aku sendiri bingung.

Untungnya ketika sidang tidak banyak dasar teori yang ditanyakan. Kalau gak, mungkin aku akan segera keluar ruang sidang dan meminta izin untuk ke perpustakaan sebentar. Ah sudahlah, aku bersyukur masih keluar dari ruang sidang dengan keadaan hidup. Oh maksudku ketika presentasi tadi aplikasi ku tidak fatal
erorr sehingga menyebabkan ledakan (gak lah emang bikin tabung elpiji).

Lupakan sejenak sidang TA. Sekali lagi sidang tadi menyadarkanku bahwa aku ini tipe orang yang ceroboh kuadrat (masa dari 5 laporan, semunya salah nulis judul). Aneh kog gak nyadar ya! Dan tololnya aku mengatakan itu kesalahan dari printer.. (T.O.L.O.L B.G.T D.A.H).

Aduh lupakan sejenak sidang TA. Memang aku akui aku masih berleha-leha, santai-nyantai. Karena aku pikir resiko paling besar dari sidang TA, paling ya ngulang presentasi atau ngulang TA. Mungkin aku masih bisa nerima resiko itu jadi aku masih bersikap masa bodoh. Kemudian ketika menunggu giliranku sidang TA, ada pertanyaan yang tiba-tiba menyeruak?

“Bagaimana dengan sidang sesungguhnya, sidang di akhirat nanti, apa kamu siap?” aku tidak langsung menjawabnya.

Resiko terbesar dari sidang akhirat adalah panas api neraka yang bisa melelehkan sampai ubun-ubun kepala. Aku menggigil. Rasa-rasanya amal jariyahku belum aman untuk sekedar lolos dari asap neraka. Jika demikian lalu kenapa sampai detik ini aku masih celengak-celinguk, calon penghuni jannah aja enggak? []peta

11 thoughts on “Sidang Sesungguhnya!

  1. semoga saya segera menyusul untuk sidang TA T_T *balik ke komputer*
    btw selamat ya mas😀 semoga ilmunya barokah bermanfaat untuk masyarakat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s