Kesenangan Dibalik Kesedihan

Sebelum terjadi revolusi besar di Perancis, konon negara itu pernah memenjara dua sastrawan terkenalnya. Salah seorang dari keduanya sangat optimistis dan yang seorang lagi pesimistis bahwa revolusi dan perubahan akan segera terjadi.

Setiap hari keduanya sama-sama melongokkan kepala melalui sela-sela jeruji penjara. Hanya saja, sang sastrawan yang optimistis selalu memandang ke atas dan melihat bintang-bintang yang gemerlap di langit. Dan karena itu ia selalu tersenyum cerah. Adapun sastrawan yang pesimistis, ia selalu melihat ke arah bawah dan hanya melihat tanah hitam di depan penjara, dan kemudian menangis sedih.

***

Penggalan paragraf diatas sengaja saya petikkan dari buku fenomenal La Tahzan karya Dr. Aid Al Qarni. Paragraf diatas mencoba memberitahukan kepada kita untuk senantiasa selalu melihat sisi lain dari kesedihan. Sebab tidak semua kesedihan itu menyedihkan. Setidaknya pasti ada kebaikan, secercah harapan, jalan keluar atau pahala.

Saya pikir pendapat diatas ada benarnya. Seperti yang saya tahu, ulama besar seperti Buya Hamka menelurkan karya emasnya Tafsir Al Azhar ketika dibalik jeruji besi sebagai tahanan politik. Said Qutb, kakek Pram, Soekarno adalah tokoh-tokoh yang masuk daftar sebagai tokoh yang masih bisa berkarya walau dalam tahanan. Dan masih banyak lagi.

Tahanan sebagi bentuk belenggu kesedihan tidak menghalangi mereka untuk terus berkarya. Pertanyaannya jika mereka bisa, kenapa kita tidak? Jika mereka bisa berkarya dalam keterbatasan, kenapa kita yang diberi berbagai nikmat malah tidak mencoba menjadi lebih baik daripada mereka-mereka!

Oya saya pikir sekarang penjara adalah tempat yang paling ‘nyaman’. Dapat makan, minum, penginapan gratis! Bagi yang mampu bisa menambah fasilitas mulai AC, TV, tempat karaoke, atau lainnya tergantung budget dan kesepakatan dengan si sipir. Tidak heran jika saya pernah dengar ada pelaku kejahatan yang minta vonis hukuman penjaranya ditambah dari awalnya 8 bulan menjadi 2 tahun. Ya itulah, dibalik kesedihan ada kesenangan. Dan berhati-hatilah kepada kesenangan yang membawa kepada kepedihan! []peta

8 thoughts on “Kesenangan Dibalik Kesedihan

  1. aku jadi mau masuk penjara kalo dirawat enak kayak gitu. kalo aku kelak dipenjara, entah dituduh fanatik atau teroris atau apapun. hanya sedikit permintaanku: boleh nulis sama ngeblog tiap hari hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s