Kenalan

Karena beberapa kenalanku adalah aktivias dakwah dan uniknya mereka dari kelompok yang berbeda. Selama insten berinteraksi dengan mereka, ada hal yang bisa dipetakan dan menurutku cukup menarik yaitu terkait pandangan kelompok satu terhadap kelompok lainnya. Kelompok disini yang dimaksud adalah kelompok yang ingin menerapkan syariah Islam sampai tingkat level negara, katakanlah kelompok A dan kelompok B.

Kelompok A mempunyai metode dan dasar pemikiran sendirinya untuk mencapai tujuannya. Lalu bagaimana pandangan kelompok A terhadap kelompok diluar mereka (B)? menurut pengamatan saya (mungkin saya salah), kelompok A menganggap kelompok B sebagai halangan dakwah atau sebagai penghambat kelompok A untuk meraih tujuannya. Akhirnya terhadap kelompok lain, mereka cenderung protektif (saya mengalaminya sendiri).

Berbeda dengan kelompok B yang mengsandarkan metode dan pemikiran kelompoknya pada metode Rasulullah SAW ketika membentuk daulah islamiyah pertama di Madinah. Pandangan mereka terhadap kelompok lain bahwa mereka adalah objek dakwah. Siapapun kelompoknya, termasuk kelompok A, kelompok B akan menyebarluaskan pemikirannya dan siap berdiskusi atas metode dan pemikiran yang mereka pilih.

Menyebarluaskan ide atau pemikiran bukanlah suatu kejahatan. Karena tiap manusia berhak untuk menolak atau malah menerimanya. Yang jadi masalah ketika tanpa alasan yang kuat, seseorang atau kelompok sudah tidak mau menerima ide orang lain apalagi orang tersebut belum tuntas menjelaskan idenya, pokoknya tidak mau!

Padahal kalau pun ada ide yang menyimpang menurut pandangan kita, maka tinggal ditunjukkan saja penyimpangannya. Sebaliknya, jika ide tersebut mempunyai dasar yang kuat apalagi menjadi solusi atas suatu permasalahan, maka dengan semestinya legowo menerima atau jika belum menerima setidaknya tidak menghalang-halangi.

Pada akhirnya menyamakan perbedaan pemikiran tidak lah dengan tangan tapi via diskusi langsung. Membenturkan ide dengan ide. Pemikiran dilawan dengan pemikiran. Hanya saja untuk berdiskusi sebelumnya ada proses kenal-mengenal! Siapapun orangnya tidak peduli kelompok, ras, warna kulit, daerah, kita diperintahkan untuk saling mengenal. Bahkan atas diri sendiri pun kita harus kenal. Lalu apa yang menghalangi kalian untuk menolak ‘kenalan’ dari orang lain? []peta

3 thoughts on “Kenalan

  1. bahkan secara tidak langsung atau tanpa sadar, yang saya lihat di paragraf 3 , ada golongan yang memplokamirkan satu kesatuan manhaj menjadi mahzab. nice posting.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s