Mendadak Ngustadz..

Beberapa tahun terakhir karena kedekatanku dengan salah satu pergerakan di kampus, membuat ku banyak berinteraksi dengan ustad-ustad atau mereka yang pemahaman agamanya jauh melampaui diriku. Terkait panggilan ‘ustad’, memang tidak ada standard baku kapan seseorang itu disebut ustad, apa sekedar guru agama atau seseorang yang sudah fasih menyampaikan dakwah Islam? Sedangkan di Mesir sana, seseorang baru bisa disebut ‘ustad’ kalau sudah bergelar Profesor.

Memang benar pepatah yang mengatakan berteman dengan penjual parfum maka akan ikut wangi. Kedekatanku dengan mereka, aku merasakan pengetahuan agamaku meningkat, dibanding ketika aku masih zaman ‘jahiliyah’ dulu (sekarang pun masih jahiliyah -_-“). Melalui interaksi dan diskusi yang aku lakukan, tampaknya menjadi semacam transfer ilmu yang terjadi alamiah tapi efeknya cetar membahana.

Jika aku perhatikan, perlu 2 hal penting jika seseorang ingin menjadi ‘ustad’ (tentu syarat pertama dia muslim dan berakal). Pertama harus mempunyai pengetahuan (tsaqafah) Islam yang memadai. Menurutku tidak perlu menjadi hafiz Qur’an dulu jika ingin memahami isi kandungan Al Qur’an, bisa dengan membaca tafsir ulama-ulama terdahulu. Mengenai tsaqafah Islam ini, sambil lalu bisa dipelajari. Makin banyak kitab atau literatur keislaman yang dibaca, makin luas cakrawala berpikirnya tentang Islam.

Kedua, adalah kuatnya memahami fakta/persoalan. Memahami fakta ini sangat penting karena apabila keliru memahami fakta maka solusi syariah yang diberikan bisa berbeda. Contoh misal ada persoalan bagaimana membentuk masyarakat yang islami? terlebih dahulu perlu dipahami apa itu masyarakat, apa sekedar kumpulan individu atau kumpulan individu yang terikat oleh aturan dan pemikiran yang sama?

Bagi yang beranggapan masyarakat hanya sekedar kumpulan individu, akan berupaya meng-islam-kan tiap individu masyarakat setidaknya sampai 90% populasi masyarakat. Sedangkan kelompok kedua, selain mengajak individu masyarakat kepada Islam, mereka juga berupaya agar aturan yang mengikat masyarakat itu juga islami sekaligus pemikirannya. Bahkan mengubah aturan (sistem) bisa lebih penting karena dengan sistem yang baik otomatis menjaga masyarakat agar tetap baik. Jadi kelompok mana yang lebih bisa memahami fakta dan memberi solusi syariah yang tepat?

Terkait memahami fakta memang perlu didukung ilmu pengetahuan, mulai sosiologi, ekonomi, kimia, dsb. Jika tidak ahli pada bidang tersebut, bisa bertanya pada para pakar atau ahli terkait fakta/persoalan yang dihadapi. Dengan banyaknya jam terbang memecahkan suatu permasalahan (umat), aku pikir seseorang akan makin kritis terhadap suatu persoalan dan mudah memahami fakta.

Meski tidak punya keinginan untuk ngustad, belajar dan memahami Islam dirasa penting atau malah menjadi kewajiban bagi seluruh umat Islam. Makin paham masyarakat akan Islam tentu taraf berpikir masyarakat juga akan meningkat. Oh tentu peradaban yang agung itu akan segera bangkit dari tidurnya! []peta

5 thoughts on “Mendadak Ngustadz..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s