Semua Sudah Ada Yang Ngatur!

Langit Surabaya terlihat mendung. Siang hari di kota Pahlawan yang biasa dilalui terik sinar matahari mendadak kini diselimuti gelap tertutup awan. Aku dan Andi berdiri di trotoar. Di seberang jalan, asap rokok yang baru dihembuskan dari mulut seorang pria berubah menjadi lukisan abstrak sebelumnya akhirnya lenyap ditelan udara.

Jalanan lenggang hanya gerobak bakso barusan lewat sambil memukul kentungnya. Beruntung tidak lama kemudian tukang bakso itu kedatangan pelanggan.

“Mas, kayaknya mau hujan?” Aku menoleh, menatap Andi sejenak. “Ya”, sahutku pendek. Mataku masih terpaku pada tukang bakso yang melayani pelanggannya. Siapa gerangan yang menggerakkan tukang bakso dan pelanggan itu sehingga mereka bisa saling bertemu. Jika tukang bakso itu datang terlambat atau datang lebih cepat apakah mereka akan bertemu? Siapa yang telah mengatur pertemuan mereka?

“Mas, angkotnya yang warna kuning ya?” Pertanyaan Andi membangunkan lamunanku. Aku hanya mengganguk. Andi mulai gelisah. Sekitar 10 menit aku berdiri di perempatan jalan ini tetapi angkot yang dituju belum datang juga.

Aku tidak begitu mengenalnya. Kalau dihitung kami baru bertemu 2 kali. Perkenalan pertama ketika dia ikut olimpiade di kampusku. Dia satu daerah denganku dan kebetulan satu SMA yang sama. Aku memberinya no Hp-ku dan mengatakannya jika dia butuh bantuan di kota Surabaya bisa menghubungiku.

Pertemuan kedua ketika dia meminta tolong untuk bisa numpang nginap di kostku. Yah aku senang membantunya, membantu orang yang sedang mengejar impiannya untuk bisa menembus perguruan tinggi.

“Mas itu angkotnya! Aku pamit pulang dulu ya, terima kasih atas bantuannya!” Kami sempat berjabat tangan sebelum dia berlari kecil menuju angkot berwarna kuning itu.

Aku masih berdiri di trotoar sedangkan angkot yang ditumpangi Andi mulai menjauh. Tetapi tidak lama berselang suara klakson memanggilku. Oh datang lagi angkot kuning, sopir melirik kepadaku dikiranya aku butuh tumpangan. Aku diam sekaligus jawaban atas lirikan si sopir. Sayang sekali sopir itu telah melewatkan rezekinya. Jika saja dia datang lebih awal mungkin Andi akan ditumpanginya. Atau sopir itu sengaja datang lebih lambat supaya teman sesama sopirnya itu kebagian rezeki? Entahlah semuanya sudah ada yang mengatur. []peta

5 thoughts on “Semua Sudah Ada Yang Ngatur!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s