Teman Lama

Pertama kali masuk dan melihat kasir mini market itu, ada perasaan aneh ketika melihat mbak kasir itu. Dan benar saja mbak itu menyapaku, bukan sapaan antara kasir dengan pelanggan yang biasa mereka lakukan jika anda pelanggan masuk lalu mengucapkan “Selamat datang di …, belanja puas harga pas!“, bukan itu. Mbak itu menyapaku seperti sapaan antar teman jika saling bertemu. Aku tidak langsung menanggapinya, mungkin dia sedang menyapa orang lain tapi di dalam market itu kebetulan cuman ada aku berduaan dengan mbak kasir (jangan salah paham, penjaga minimarket yang lain lagi di luar mengangkut barang). Aku belum meresponnya tapi mbak itu sudah menanyaiku lagi, “Be’en tang kanca kelas e SMP kan (kamu teman kelasku pas SMP kan)?”. Aku tidak langsung menjawab dan mencoba mengingat-ingat teman zaman SMP ku dulu. Bukannya mengingat mbak tadi, aku malah teringat guru ku yang galaknya minta ampun sehingga tanpa ku sadari aku menggeleng-gelengkan mencoba menghilangkan ingatan buruk yang barusan lewat.iyeh be’en reyah sapben SMP 4? (Iya kamu dulu SMP 4?)” tanya mbak kasir. Aku menganggukkan kepala tapi kenanganku dengan mbak itu sebagai teman kelas tidak tergambar sama sekali. “Sapben kita sekelas neng kelas 7E! (Dulu kita sekelas di kelas 7E!)” kata mbak kasir. “Oo iyeh engko SMP 4, tapeh benni 7E. Engko kelas 7B! (Oo iya aku SMP 4, tapi bukan 7E. Aku kelas 7B!)” jawabku. Mbak kasir itu sepertinya menyadari keliruannya, tapi aku cukup senang walau tidak pernah sekelas atau mungkin sempat bertemu sesekali. Temanku itu itu masih mengingatku, entah kesalahan/kejahilan mana yang pernah aku perbuat sehingga mbak itu masih mengingatku. Yah dunia lebih berwarna ketika bertemu dengan teman-teman kita.

Sebelum keluar dari mini market tersebut, aku sempat bertanya namanya barangkali jika mampir lagi di minimarket tersebut aku mendapat diskon. Dan namanya adalah Bunga (nama samaran). []

12 thoughts on “Teman Lama

  1. pas book fair di jakarta bulan lalu, saya pun mengalami hal yang demikian
    cuma ini bukan teman pas SMP, melainkan pas kuliah di BSM (sekarang jadi Bakrie University)
    kadang merasa gak enak karena teman inget kita, tapi pas ditegor kita bingung siapa dia

  2. Saya sering berjuma dijalan, saya pikir teman lama saya, rupanya bukan. Aduh malunya, karena saya terlanjur senyum dan sapa dia. Rupanya orang lain. Mirip sih soalnya๐Ÿ˜ฆ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s