Cukuran..


Jika boleh, ada salah satu kemampuan yang ingin aku punyai yaitu mengontrol tumbuhnya rambutku. Kemampuan tersebut bisa sangat berguna nantinya jika uangku cekak untuk sekedar potong rambut. Dengan kemampuan tersebut, bisa saja aku mengontrol rambut ku supaya tidak tumbuh, dengan begitu aku tidak perlu lagi ke tukang cukur.

Sayangnya sekali atau dua bulan sekali (tergantung anggaran), sudah rutinitas untuk mencukur rambutku. Jika rambutku terlalu panjang, dikiranya Giring vokalis Nidji (dilihat dari belakang) karena sama-sama berambut ikal.

Langganan tempat cukurku adalah cak Alex, tempatnya dekat pertigaan jalan, terletak antara warung mie ayam dan masakan padang, sedang diseberang jalan ada gerobak soto Lamongan. Jadi sambil cukuran, lumayan disuguhi bau sedapnya makanan. Yah meski sekedar bau tok, alhamdulillah sajalah artinya indera penciumanku masih berfungsi.

Kenapa aku memilih bercukur di cak Alex, apakah potongan rambut disana seperti potongan salon-salon ternama atau disana menawarkan cukur ‘plus-plus’ maksudnya plus pijat? Tidak, dibanding tempat cukur lain, tempat cak Alex lebih murah. Meski selisihnya dua ribu rupiah, aku pikir hasil cukurnya sama saja sama-sama dipotong lebih pendek.

Hanya saja yang tidak aku suka adalah hobinya mendengarkan musik. Tempat cukur yang berukuran 2×1 meter, tidak jauh besar dibanding kios isi pulsa, terasa sesak oleh puluhan kaset dan sepasang speaker. Sepertinya speaker itu akan berhenti bekerja bersamaan dengan ditutupnya tempat cukur itu sekitar jam 10 malam.

Tidak masalah memang dengan musik, tetapi berlebihan juga tidak baik. Aku pikir jika diantara kaset-kaset itu ada kaset ceramahnya Alm. KH. Zainuddin MZ, dzikirnya ust. Arifin Ilham, atau tausiyahnya ust. Yusuf Mansur, insyaAllah lebih bermanfaat dan menambah ilmu agama sambil bekerja mencukur rambut. Seperti yang pernah aku lakukan jika mengerjakan tugas yaitu mendengar ceramahnya ust. Dwi Condro tentang Sistem Ekonomi Islam atau sekali-kali menonton lagi video motivasi ust. Felix Siauw.

Ah jika saja cak Alex mendengar ceramahnya ust. Yusuf Mansur dan tahu rahasia sedekah yaitu siapa yang bersedekah akan diganti 10x lipat. Aku harap dia menggratiskan ongkos cukurku dan aku doakan supaya ada 10 orang pelanggan baru yang datang ke tempat cukurnya. Aamiin. []peta

21 thoughts on “Cukuran..

    • mksud mbakje yg mana y, tukang cukur mencukur rambutnya sendiri.. #maklum sya lgi lelet..

      klo tukang cukur kayaknya minta dicukurin deh ke yg lain..๐Ÿ™‚

      • sya mah gk bs mbakje.. jangankan ptong rambut sendiri, potong rambut orang lain aj sya gk pernah.. dan teman sekontrakan jg gk ada mw motongin.. -_-

        hmm mnurut sya, seorang istri selain bs memangkas anggaran RT seharusnya bs memangkas rambut suami atau anaknya..kan lebih irit tuh..๐Ÿ™‚

  1. Huuh, andai aja punya skill ngendaliin pertumbuhan rambut. Soalnya tempat cukur bagi seorang introvert kaya saya adalah sebuah mimpi buruk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s