Muhammad SAW Idol

Umurnya mungkin sudah 50 tahun lebih tetapi suara nya masih lantang dan menggelegar memenuhi segala penjuru masjid, membangunkan para jamaah yang memanfaatkan khutbah jumat sebagai waktu isho. Hal itu yang aku rasakan ketika mendengarkan khutbah jumat kemarin. Dari khatib jumat itu pula aku teringat jika bulan ini memasuki peringatan maulid Nabi SAW.

Sejatinya peringatan maulid Nabi SAW bukanlah memperingati kelahiran Muhammad SAW sebagai manusia karena Beliau layaknya manusia seperti manusia lainnya. Tetapi peringatan maulid Nabi SAW dilakukan karena posisi Beliau yang sangat istimewa yaitu sebagai Rasul pembawa risalah Allah SWT.

Peringatan maulid kali ini sebaiknya aku mengenal lebih dekat lagi dengan sang kekasih Allah SWT itu, namun disitulah masalahnya. Dari tumpukan buku yang aku punya, tidak ada satu buku pun biografi Rasulullah SAW. Sungguh memalukan, jika parameter yang digunakan untuk mengukur kecintaan seseorang kepada sang pujaan dengan seberapa banyak literatur yang dipunyai maka aku tergolong pecinta kelas teri. Diantara tumpukan buku ku, hanya ada satu buku kecil berisi hadist Arba’in, sedangkan di laptop terdapat satu file aplikasi berbentuk .exe berukuran 400 kb tentang Kisah Hidup Muhammad SAW.

Dari literatur berserakan yang pernah aku baca, banyak keagungan-keagungan dari seorang diri Muhammad bin Abdullah, jika membacanya akan terenyuh dan berkaca-kaca. Setidaknya ada dua momen yang membuat ku begitu memuliakan dan mengagungkan (takriman wa ta’zhiman) Beliau SAW.

Diriwayatkan di sudut pasar Madinah Al-Munawarah, seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”. Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga  menjelang Beliau SAW wafat.

Setelah kewafatan Rasulullah,  Abu Bakar ra. menggatikan untuk membawakan makanan kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari Abu Bakar ra. mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abu Bakar ra. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “Siapakah kamu ?”. Abu Bakar ra. menjawab, “aku orang yang biasa”. “Bukan!, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu.

“Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri”, pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abu Bakar ra. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.”

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar ra. ia pun menangis dan kemudian berkata, “Benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….”  Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abu Bakar ra.

Di riwayat lainnya, ketika detik-detik malaikat Izrail menjalankan tugasnya mencabut ruh dari sang Nabi SAW. Kata terakhir yang keluar bibir Beliau yang mulai kebiruan, “Ummatii, Ummatii, Ummatii?”. Dan, berakhirlah hidup manusia berjuluk Al Amin itu, manusia nan mulia yang mengangkat manusia dari kegelapan menuju dunia yang terang benderang. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi.

Betapa cintanya Rasulullah SAW. kepada umatnya, disaat hembusan terakhir Beliau pun masih mengkhawatirkan keadaan umatnya. Sungguh malu jika cinta Muhammad SAW seluas padang pasir tapi cinta kita kepada Beliau hanya sebutir debu pasir.

Sudah selayaknya aku akan memaki, misuh 2 x 24 jam, anarkis atau akan menggorok leher orang yang menghina Rasulullah SAW, membuat karikatur untuk memperolok-olokkannya, membikin film yang memperhinakannya, bikin macam-macam games di internet untuk menyebarkan virus kebencian kepada Muhammad SAW. Tapi Rasulullah sendiri menteladani untuk memaafkan orang-orang yang menghina Beliau. Semenjak Rasulullah berpangkat Nabi dan resmi menjabat sebagai Rasul terakhir untuk mengajarkan ketauhidan, semenjak itulah siang malam Beliau diejek, dihalangi, dirancang untuk dibunuh, atau dilempari batu seperti ketika Beliau berimigrasi ke Ethiopia. Tapi  banyaknya hinaan dan cacian, kecintatan kami kepada mu tidak akan luntur sedikitpun, engkau tetap kekasih-Nya, dan tokoh nomer satu yang paling berpengaruh yang tercatat dalam sejarah manusia berdasar buku Michael Hart. Biarlah murka Allah SWT adalah sebaik-baik murka bagi para penghina Rasulullah SAW.

Ya Rasulullah sungguh agung nian engkau. Engkau menyampaikan wahyu layaknya sebagai utusan-Nya tapi disisi lain engkau juga seorang manusia, suami, bapak, kakek, kepala negara dan sekaligus panglima perang. Sebaik-baik teladan adalah menteladani Rasulullah, maka tidak salah Tuhan Sang Pemilik Alam Semesta, Allah SWT mengabadikan namamu dalam kitab-Nya sebagai suri teladan yang baik (uswatun hasanah).

Maka persaksikanlah ya Rasul, bukti cintaku adalah ketaatan dan ridha terhadap segala perintah Allah SWT dan segala ajaran yang dibawa Rasul-Nya. Apabila telah tiba waktunya, aku berharap akan bersama dengan apa yang aku cinta. []peta

Nb :

–          Download aplikasi flash tentangKehidupan Nabi Muhammad SAW, disini.

–          Download mp3 Muhammad SAW Idol dari Punk Muslim, disini.

8 thoughts on “Muhammad SAW Idol

  1. betul ka, Muhammad SAW ialah seorang yang mulia, baik, dan tegar walau dicaci maki.. sungguh itu teladan ka🙂 selamat hari maulid nabi Muhammad SAW ka!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s